Kamis, 16/10/2025, 17:48:05
Bela Negara Tak Harus Angkat Senjata, Ini Pesan Forkopimda Brebes ke Mahasiswa
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Konsep bela negara tak melulu soal angkat senjata. Hal ini disampaikan para pejabat Forkopimda Kabupaten Brebes dalam kegiatan Penguatan Ideologi Pancasila dan Pemantapan Semangat Bela Negara yang digelar di Aula Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, Rabu (15/10/2025).

Acara diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Brebes.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, mengatakan, bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI. 

“Bela negara bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga toleransi dan aktif dalam kegiatan positif di masyarakat,” ujarnya saat membuka acara.

Toleransi dan Prestasi Sebagai Wujud Bela Negara

Kasdim 0713/Brebes, Mayor Arm Aris Khaerudin, menegaskan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan melalui kehidupan sosial yang harmonis.

“Tidak harus perang. Kita bisa bela negara dengan prestasi, gotong royong, menjaga kerukunan antarumat beragama, bahkan ikut ronda malam di lingkungan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pancasila adalah ideologi final yang tidak boleh digantikan oleh paham-paham lain seperti komunisme, liberalisme, atau radikalisme. 

“Leluhur kita mempertahankan Pancasila dengan darah. Kini tugas generasi muda untuk mempertahankannya dengan tindakan nyata.”

Mahasiswa sebagai Garda Terdepan

Kajari Brebes, Eryana Ganda Nugraha, menyampaikan bahwa mahasiswa harus memahami Pancasila secara utuh sebagai dasar negara dan panduan hidup berbangsa. 

“Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Toleransi dan kesadaran hukum adalah bagian dari bela negara masa kini,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua Pengadilan Negeri Brebes, Erica Mardaleni, menambahkan bahwa bela negara juga berarti menjalankan peran sebagai warga negara yang baik. 

“Kalian bisa bela negara dengan belajar sungguh-sungguh, ikut organisasi, dan menjaga nama baik bangsa di dunia internasional,” tuturnya kepada para mahasiswa.

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Cinta Brebes, M. Munawir Lasiyono, menjelaskan bahwa Pancasila adalah ideologi terbuka yang mampu mengikuti perkembangan zaman. 

“Ideologi tertutup tidak cocok bagi Indonesia yang plural. Pancasila adalah titik temu bagi semua perbedaan,” katanya.

Ia juga mendorong agar pendidikan ideologi dan bela negara lebih sering dilakukan, tidak hanya di kalangan mahasiswa tetapi juga masyarakat umum.

Ditutup dengan Diskusi Interaktif

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dan harapan terkait implementasi Pancasila dalam kehidupan kampus dan sosial. 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita