PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten Brebes terus berupaya meningkatkan akses pendidikan untuk semua warga. Termasuk bagi mereka yang sudah dewasa dan belum sempat menyelesaikan sekolah.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Brebes, Tahroni, mengatakan bahwa pendidikan adalah hak semua warga, tanpa melihat usia.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Pemerintah hadir untuk memberikan kesempatan kepada siapa pun yang ingin sekolah kembali,” kata Tahroni, di sela-sela, penyerahan bantuan Program Dewasa Tidak Sekolah (DTS) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Sejahtera, Desa Sigambir, pada Selasa (22/7/2025).
Pemkab Brebes, lanjut Tahroni, juga mendorong warga yang sudah lulus Paket C untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Target program ini adalah minimal 10 warga belajar per desa setiap tahun. Dengan jumlah 297 desa di Brebes, diharapkan setiap tahun ada hampir 3.000 warga dewasa yang mengikuti pendidikan di PKBM.
“Semoga semua pihak mendukung dan ikut mengawal program ini. Kita ingin tidak ada lagi warga Brebes yang tertinggal dalam hal pendidikan,” kata Tahroni.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Caridah, mengatakan, bahwa PKBM sangat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kebanyakan peserta belajarnya berusia di atas 20 tahun, dan keikutsertaan mereka bisa menaikkan rata-rata lama sekolah, yang ikut mendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Banyak warga belajar di PKBM adalah orang dewasa. Mereka punya semangat besar untuk kembali belajar. Ini sangat baik untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dan ikut mendorong naiknya IPM di Brebes,” ujar Caridah.
Menurut Caridah, saat ini terdapat 60 PKBM di seluruh Kabupaten Brebes. Di PKBM, warga bisa mengikuti program kesetaraan seperti Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).