Rabu, 28/05/2025, 17:39:29
Ayam Geprek Crispy Mas Yayak: Komitmen Memberikan Kualitas Terbaik Kepada Pelangganya
OLEH: TIM OBSERVASI UMKM MAHASISWA UST
.

AYAM Geprek Crispy Mas Yayak didirikan oleh Pak Yayak dan Ibu Nadia pada tahun 2010. UMKM ini berada di Yogyakarta, tepatnya di Jl. Prof. DR. Soepomo No. 9E, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, 55165.

Usaha ini berfokus pada penyajian ayam geprek yang terkenal dengan rasa pedas dan renyah. Sejak awal berdirinya, Mas Yayak berkomitmen untuk memberikan kualitas terbaik kepada pelanggan dengan menggunakan bahan baku segar dan resep yang telah teruji. Dalam waktu singkat, usaha ini telah mendapatkan popularitas di kalangan masyarakat Yogyakarta, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran.

Lokasinya yang strategis dekat beberapa universitas di Jogja seperti Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Teknologi Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan ini membuat usaha Ayam Geprek Krispy Mas Yayak saat jam makan siang ramai di datangi mahasiswa. Selain karena enak di sini harganya juga ekonomis, jadi pas untuk kantong anak mahasiswa dan anak kos.

Ayam Geprek Krispy Mas Yayak menyediakan beraneka ragam menu makanan dan minuman, untuk menu makanan utamanya yaitu ada dada geprek krispy, sayap geprek krispy, ayam goreng, dan ayam bakar. Untuk menu tambahannya ada telor penyet, terong goreng krispy, tempe goreng, tahu goreng, ca kangkung, sop rolade, dan sop bakso.

Untuk sambalnya ada sambal terong, sambal tempe, dan sambal tahu. Sambal untuk ayam geprek sudah menjadi satu paket saat memesan dada atau sayap geprek. Untuk minumannya juga ada beraneka ragam mulai dari minuman teh, minuman jeruk, kopi, dan susu disini ada. Disini juga meyediakan paket hemat bagi konsumen yang langsung makan ditepat dan konsumen yang makan ditempat itu nasinya ambil sendiri.

-Dukungan Dokumen, Legalitas, Foto

Tempat ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menawarkan pengalaman bersantap yang nyaman dan menyenangkan. Dengan suasana yang ramah, desain yang menarik, dan menu yang menggugah selera, restoran ini tentunya menjadi pilihan yang tepat bagi para pengunjung yang ingin merasakan hidangan lokal dengan atmosfer yang hangat.

Berdasarkan pengamatan langsung serta informasi dari pemilik usaha, diketahui bahwa UMKM Ayam Geprek Mas Yayak memiliki tiga orang karyawan tetap  yang telah bekerja  usaha ini, yaitu pada tahun 2012. Sampai tahun 2025, tidak ada perubahan dalam jumlah karyawan tetap, yang berarti tidak terjadi perputaran tenaga kerja  selama lebih dari satu dekade.

-Loyalitas dan Stabilitas Tenaga Kerja:

Ketiga karyawan tersebut menunjukkan tingkat kesetiaan yang tinggi terhadap usaha. Tidak ada yang mengundurkan diri atau berpindah pekerjaan, yang menandakan adanya kondisi kerja yang nyaman dan hubungan baik antara pemilik dengan pegawai. Stabilitas ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengelolaan sumber daya manusia di UMKM ini.

-Semangat dan Etos Kerja:

Meskipun telah bekerja sejak 2012, para karyawan tetap menunjukkan semangat kerja yang tetap tinggi dan tidak menurun. Mereka tampak antusias dalam melaksanakan tugas harian, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta menunjukkan sikap disiplin dan inisiatif tanpa perlu pengawasan ketat. Hal ini mencerminkan adanya motivasi kerja yang kuat dan rasa memiliki terhadap usaha.

-Sistem Pengelolaan SDM:

Pengelolaan karyawan dilakukan secara sederhana, tanpa struktur formal seperti kontrak kerja atau pelatihan rutin. Namun, sistem ini cukup efektif karena didukung oleh komunikasi yang terbuka dan hubungan kerja yang bersifat kekeluargaan. Pembagian tugas berjalan lancar dan karyawan memahami tanggung jawab masing-masing.

-Permasalahan yang Ditemukan:

Dari hasil pengamatan, tidak ditemukan adanya masalah berarti dalam aspek sumber daya manusia. Tidak ada konflik internal, kinerja tetap stabil, dan tidak terjadi keluar masuknya karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan tenaga kerja berjalan dengan baik dan efisien.

Kesimpulan: Secara keseluruhan, pengelolaan sumber daya manusia di UMKM Ayam Geprek Mas Yayak dapat dikatakan berjalan lancar dan stabil. Dengan karyawan tetap yang tidak berubah sejak 2012, serta semangat kerja yang tetap terjaga, usaha ini memiliki fondasi SDM yang kuat untuk mendukung kelangsungan operasionalnya.

-Bagaimana Menentukan Grade Harga (Pricing Decisions)

Untuk menentukan grade harga ayam geprek crispy dalam pemasaran, pertimbangkan biaya produksi, target pasar, dan persaingan. Biaya bahan baku, operasional, dan margin keuntungan harus dihitung. Sesuaikan harga dengan daya beli target pasar dan perhatikan perbedaan harga di berbagai daerah. Lakukan analisis persaingan untuk mengetahui rentang harga yang berlaku di pasar.

-Biaya Produksi: Hitung biaya bahan baku (ayam, tepung, bumbu, minyak, dll.). Hitung biaya operasional ( tenaga kerja, listrik, transportasi, dll.)

-Target Pasar: Mengenali target pasar seperti (mahasiswa, pekerja kantoran, keluarga, dll.). Meyesuaikan harga dengan daya beli target pasar. Misalnya, harga untuk mahasiswa bisa lebih terjangkau. Memperhatikan perbedaan harga di berbagai daerah sekitar dan umkm ayam geprek lainnya.

-Analisis Persaingan: Ketahui harga ayam geprek dari kompetitor. Perhatikan kualitas dan keunikan produk kompetitor. Mentukan posisi harga (lebih tinggi, lebih rendah, atau sama dengan kompetitor Lainnya).

-Grade Harga: Level Bawah: Usaha rumahan dengan target pasar ekonomi menengah ke bawah, harga lebih terjangkau. Level Menengah: Usaha dengan target pasar kelas menengah, harga sedikit lebih tinggi. Level Eksekutif: Usaha dengan target pasar kelas atas, menawarkan kualitas dan pelayanan eksklusif, harga lebih tinggi.

-Perencanaan Keuangan: Perencanaan keuangan dilakukan untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan usaha. UMKM Ayam Geprek Crispy Mas Yayak menyusun perencanaan keuangan tahunan dengan langkah-langkah berikut:

-1. Proyeksi Pendapatan

-2. Proyeksi Biaya Operasi Bulanan

-3. Target Laba Bersih Bulanan

-Penentuan Komposisi Modal dan Bagi Hasil

Komposisi Modal Awal: Modal Pribadi Pemilik = Rp 50.000.000. Pinjaman Keluarga (tanpa bunga) = Rp 20.000.000. Total Modal Awal = Rp70.000.000.

Sistem Bagi Hasil (jika ada rekan kerja atau karyawan): Sistem bonus bulanan untuk karyawan berdasarkan laba bersih: Bonus 5% dari laba bersih jika omzet melebihi Rp 40 juta. Laba bersih Rp14 juta, Bonus: Rp700.000 dibagi rata kepada 3 karyawan.

Pengelolaan dan kontrol keuangan dilakukan secara berkala. Pencatatan Harian: Semua transaksi penjualan dan pengeluaran dicatat secara manual atau menggunakan BukuKas. Laporan Bulanan : Laporan arus kas, laporan laba rugi, dan posisi kas dibuat setiap akhir bulan.

Masalah yang Sering Terjadi. Fluktuasi Harga Bahan Baku: Harga ayam dan minyak goreng yang tidak stabil membuat pengeluaran membengkak. Pengelolaan Stok yang Tidak Efisien: Kadang terjadi pemborosan bahan makanan karena tidak laku atau busuk

Masalah Keuangan Pribadi dan Usaha yang Bercampur: Terjadi pada awal usaha karena belum disiplin memisahkan rekening. Kurangnya Laporan Keuangan yang Sistematis: Awalnya hanya mencatat kasar, sekarang sudah mulai rutin menggunakan aplikasi pencatatan

(Tim Observasi UMKM Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta Kelompok 14: Yasinta Nurhayati Sonya, Made Danda, Maria Delnita Danul, Susana Ema Kelen, Lidwina Arie Dewannti Ketlin. Dosen Pengampu: Dika Prawita, S.Sos., M.M)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita