Rabu, 23/04/2025, 15:32:32
Tanah Bergerak Terus Meluas, Warga Dukuh Baru Panik Mengungsi! Total Pengungsi Capai...
Kepala Desa Minta Bantuan Segera
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) - Pergerakan tanah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus meluas. Setelah empat dukuh terdampak sejak awal kejadian, kini giliran Dukuh Ares yang dilanda bencana.

Rabu pagi, 23 April 2025, sebanyak 63 warga Ares mulai meninggalkan rumah mereka. Mereka menyusul ratusan warga dari Dukuh Karanganyar, Babakan, Cupang Bungur, dan Krajan, yang lebih dahulu mengungsi.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes menyebutkan, total 502 warga terdampak, dengan 404 di antaranya harus menempati tenda-tenda pengungsian di Posko Gunungpoh atau tinggal di rumah kerabat.

Pergerakan tanah semakin aktif sejak Kamis dini hari. Retakan terus merambat ke arah Sungai Pedes, mengakibatkan kerusakan pada 114 rumah dan lima fasilitas umum: dua musala, satu masjid, dan dua sekolah. Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Sirampog ditengarai sebagai pemicunya.

“Suaranya terdengar seperti gemuruh dari dalam tanah. Rumah kami mulai retak, dan tiap malam kami dihantui suara itu,” kata seorang warga Dukuh Ares yang kini tinggal di tenda darurat.

Bencana ini memaksa warga hidup dalam ketidakpastian. Anak-anak kehilangan akses ke pendidikan, petani tak bisa lagi menggarap lahan, dan para lansia harus meninggalkan rumah yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.

Pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk melakukan evakuasi, mendirikan posko, serta menyalurkan bantuan. Namun medan yang sulit dan cuaca yang tak bersahabat menjadi hambatan serius.

“Kami sangat membutuhkan bantuan. Kondisi makin genting, dan logistik mulai menipis,” ujar Kepala Desa Mendala, Muhammad Basori.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita