PanturaNews (Brebes) – Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen (FKGD) Putra Putri Brebes menggelar halal bihalal sekaligus diskusi terkait pendidikan di Kabupaten Brebes, Rabu (2/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri para akademisi yang tersebar di berbagai daerah, termasuk luar negeri, untuk bertukar ide dan mencari solusi dalam pembenahan sistem pendidikan.
Guru Besar King Abdulaziz University, Prof. Anton Satria Prabuwono, menyoroti pentingnya pendidikan berbasis keterampilan bagi masyarakat Brebes.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya akademik, tetapi harus diimbangi dengan hard skill yang dapat menunjang pekerjaan.
"Keahlian spesifik tidak harus diperoleh dari universitas. Setelah sekolah menengah, bisa diberikan pelatihan khusus selama setahun agar seseorang memiliki keterampilan yang dapat langsung digunakan dalam dunia kerja," ujarnya.
Prof. Anton juga menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes dibandingkan daerah lain.
Ia menambahkan perlunya program berkelanjutan dalam pendidikan, termasuk proyek pengabdian masyarakat berbasis keterampilan yang melibatkan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program magang.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik diskusi ini dan menegaskan bahwa Pemkab Brebes memiliki program "Satu Rumah, Satu Sarjana", yang diharapkan dapat dikolaborasikan dengan inisiatif dari akademisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Brebes.
"Kami berharap diskusi ini menghasilkan program nyata yang dapat direalisasikan bersama demi kemajuan Brebes," kata Bupati.