PanturaNews (Brebes) – Jembatan Glempang, yang menghubungkan Kabupaten Brebes dan Tegal, putus total setelah diterjang arus deras Sungai Pedes pada Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 18.20 WIB.
Ambruknya jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 3 meter ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari.
Jembatan yang berada di Dukuh Pereng, Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, selama ini menjadi akses utama warga menuju Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, maupun sebaliknya ke Brebes bagian selatan. Kini, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Sekretaris Desa Kaligiri, Kalimi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, sebelum kejadian, kondisi jembatan memang sudah mengalami kerusakan, meskipun masih bisa dilalui kendaraan roda empat.
"Kondisi jembatan memang sudah mengalami kerusakan sebelumnya, tapi masih bisa dilewati kendaraan. Sekarang putus total, warga jadi kesulitan untuk beraktivitas," kata Kalimi.
Putusnya Jembatan Glempang berdampak pada aktivitas harian warga. Selain harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih lama, mereka juga mengalami kendala dalam distribusi barang dan hasil pertanian.
"Biasanya saya hanya butuh 20 menit untuk ke pasar, sekarang harus memutar hingga lebih dari satu jam," ujar Slamet (45), seorang pedagang yang biasa berbelanja ke Bumijawa.
Sementara itu, petani dan pekerja yang bergantung pada jalur tersebut juga mengaku kesulitan. Warti (50), petani asal Kaligiri, menyebut hasil panennya kini sulit didistribusikan karena akses utama terputus.
Kami harap pemerintah segera membangun jembatan darurat agar aktivitas warga tidak lumpuh," ujarnya.