Rabu, 02/04/2025, 12:26:09
Pekalongan Gelar Tradisi Syawalan Festival Balon Tambat 2025
Oleh : Athifa
.

PanturaNews (Pekalongan) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar Festival Balon Tambat 2025, ajang tahunan yang menjadi bagian dari tradisi Syawalan atau perayaan sepekan setelah Idul Fitri. 

Festival ini tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga bertujuan untuk mencegah penerbangan balon udara liar yang berpotensi membahayakan lalu lintas penerbangan.

"Kami bersyukur bahwa Festival Balon Tambat bisa kembali digelar. Tahun ini, mekanisme penyelenggaraan sedikit berbeda, di mana peserta akan diundi secara acak, tidak lagi berdasarkan kecamatan, agar kompetisi lebih menarik," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, Selasa (18/3/2025).

Festival ini terselenggara atas kerja sama Pemkot Pekalongan, Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, dan AirNav Semarang. Babak penyisihan akan berlangsung dalam dua tahap:

2 April 2025 pukul 05.00 WIB di Lapangan Palapa (Pekalongan Barat) dan Lapangan Peturen (Pekalongan Timur).

3 April 2025 pukul 05.00 WIB di Lapangan Palapa (Pekalongan Utara) dan Lapangan Sokoduwet (Pekalongan Selatan).

Pemenang dari babak penyisihan akan bertanding di grand final yang digelar 7 April 2025 di Lapangan Mataram, bertepatan dengan puncak perayaan Syawalan.

Festival ini mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018, yang mengatur bahwa ketinggian penambatan balon maksimal 150 meter, diameter balon maksimal 4 meter, dan tinggi balon maksimal 7 meter.

"Festival kali ini mengusung tema 'Mabur Bareng, Semarak Bareng'. Desain dan corak balon diserahkan pada kreativitas masing-masing tim peserta," tambah Sabaryo.

Sabaryo menekankan pentingnya keselamatan dalam perayaan tradisi ini dan mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon secara liar.

"Mari kita jaga tradisi ini tetap hidup tanpa mengganggu keselamatan penerbangan," tegasnya.

Ketua Komunitas Sedulur Balon, Priyadi, menyatakan dukungannya terhadap festival ini.

"Kami sudah mensosialisasikan aturan ini kepada anggota komunitas agar semua balon ditambatkan dan tidak menggunakan petasan. Tahun ini, kreativitas desain balon pasti lebih meriah dan beragam," ujarnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita