Kamis, 27/02/2025, 17:00:36
Kesiapsiagaan Pramuka Dalam Menghadapi Bencana Daerah
OLEH: NAILAH MEGA APRILLIA WIJAYA KUSUMA
.

PRAMUKA menjadi salah satu ekstrakurikuler yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Artinya, gerakan pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap sesama, terutama dalam menghadapi situasi darurat.

Salah satu persiapan untuk menghadapi situasi darurat adalah dengan diadakannya kegiatan mitigasi bencana daerah, seperti yang dilakukan oleh gerakan pramuka ambalan Soedirman-Cut Nyak Dien gugus depan SMA Negeri 1 Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Kegiatan mitigasi bencana daerah ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang dilaksanakan pada Rabu (26/25) dimulai dari pukul 09.00 WIB-16.10 WIB di lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Paguyangan.

Kegiatan ini diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin sekaligus dibuka oleh Kak Mabigus SMA Negeri 1 Paguyangan, Kak Dr. Ihdi Amin, M.Pd yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah secara simbolis dari BPBD untuk kak Mabigus SMA Negeri 1 Paguyangan.

“Saya harap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman dan pengalaman adik-adik Pramuka SMA Negeri 1 Paguyangan tentang kebencanaan, dan semoga bisa membekali keterampilan gerakan pramuka ambalan Soedirman-Cut Nyak Dien,” ungkap Kak Dr. Ihdi Amin.

Selain itu, kegiatan mitigasi bencana daerah ini juga merupakan salah program kerja dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes.

“Kegiatan ini merupakan program dari BPBD Kabupaten Brebes yang perlu dan wajib dari usia dini seperti TK, SD, SMP, dan SMA. Harapannya, semoga para siswa siswi terutama SMA Negeri 1 Paguyangan sadar akan bencana,” ucap Kepala Pos BPBD Kabupaten Brebes, Budi Satriko.

Tujuan lain dari kegiatan mitigasi bencana daerah ini, adalah agar para peserta terutama kelas 10 bisa menjadi penggerak dan tahu apa yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana.

Setelah apel pembukaan, para peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk mendapatkan 3 materi yang berbeda-beda, yaitu untuk kelas 10.1-10.3 mendapatkan materi PPGD (Penangangan Penderita Gawat Darurat), kelas 10.4-10.6 materi bencana dan simulasi gempa, dan kelas 10.7-10.8 materi vertical rescue.

Nantinya para peserta dari kelas 10 ini akan sama sama mendapatkan 3 materi yang sama. Selama kegiatan berlangsung, para peserta dari kelas 10 sangat antusias dalam mengikuti rangkaian demi rangkaian kegiatan.

“Kesan saya di kegiatan penanggulangan bencana ini adalah senang. Karena saya bisa mendapatkan ilmu baru seperti penanganan pertama pada korban kecelakaan”, ucap salah satu peserta mitigasi bencana, Rafi dari kelas 10.3.

Selain Rafi, Laurina dari kelas 10.5 juga mengungkapkan hal yang sama. “Kegiatannya seru dan ini juga menjadi pengalaman pertama saya. Disini saya bisa mendapat pengalaman yang baru,” ucapnya.

Kegiatan mitigasi bencana ini merupakan salah satu upaya penting untuk mengurangi resiko dan dampak dari bencana alam. Melalui kegiatan ini, para siswa dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam menghadapi bencana alam.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita