Minggu, 16/02/2025, 23:04:05
Belajar Sambil Berkarya: SDN 01 Kalijeruk Diedukasi Pembuatan Batik Ikat Celup
OLEH: YOLANDA TANIA
.

KEGIATAN belajar mengajar di sekolah saat ini tidak hanya berfokus ke bidang akademik, tetapi juga mengembangkan kreatifitas dan keterampilan peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menjadi salah satu jembatan untuk melatih kreatifitas dan mengasah keterampilan para peserta didik.

Mahasiswa KKN Kelompok 13 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengadakan kegiatan P5 di SD Neneri 01 Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap bertema “Kearifan Lokal” dengan melatih kreatifitas peserta didik melalui kegiatan membatik menggunakan teknik ikat celup.

Proses pembuatan batik ikat celup cukup mudah sehingga cocok diterapkan di tingkat sekolah dasar. Kegiatan membatik termasuk ke dalam salah satu upaya pelestarian budaya lokal.

Dengan metode ikat celup, proses pembuatan batik dapat menjadi wadah kreatif serta bahan eskperimen peserta didik. Alat dan bahan yang perlu disiapkan; kain putih, karet, pewarna kain, botol atau wadah, air hangat dan garam.

Langkah awal yaitu siapkan kain putih lalu bentuk sesuai dengan pola yang diinginkan, contohnya dibentuk segitiga, selain itu bisa dibentuk dengan cara memutar kain dari tengah sampai ke ujung. Selanjutnya siapkan pewarna yang sudah dilarutkan dengan air hangat serta dicampur garam, lalu siapkan wadah untuk menyimpan pewarna. Langah selanjutnya, celupkan kain yang sudah diikat ke dalam pewarna, jemur di bawah terik matahari agar cepat kering.

Proses pembuatan batik ikat celup memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, serta melatih ketelitian dan kesabaran dalam berkarya. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat untuk peserta didik, diantaranya; meningkatkan kreativitas, membangun sikap bertanggungjawab dan bekerja sama, melatih motoric, mengenalkan nilai-nilai budaya lokal, serta menanamkan sikap disiplin.

Kegiatan P5 di SDN 01 Kalijeruk diikuti oleh kelas IV, V dan VI, dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok akan bekerjasama dalam pembuatan batik teknik ikat celup.

Selain itu, setiap kelompok juga akan menyiapkan dan menampilkan yel-yel terbaik mereka, yang akan dipilih kategori terbaik, baik dalam hasil batiknya maupun yel-yel yang mereka tampilkan. Kegiatan P5 diharapkan membawa dampak positif sebagai langkah awal pelestarian budaya lokal.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita