Kamis, 25/06/2026, 01:13:15
Hamil 4 Bulan, Juragan Keripik Tempe Nekat Gantung Diri
.

Prahara Ekonomi Jadi Pemicu, Uang Tagihan Rp3 Juta Tak Kunjung Dibayar

PanturaNews (Pekalongan) – Sungguh tragis nasib yang menimpa SK (43). 

Dalam kondisi mengandung empat bulan, wanita yang sehari-hari berbisnis keripik tempe ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kontrakannya di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Rabu (24/6) dini hari. 

Diduga kuat, korban mengalami depresi berat akibat himpitan ekonomi lantaran uang usahanya macet di tangan orang lain.

Peristiwa memilukan ini pertama kali bergolak saat suami korban terbangun dari tidurnya sekira pukul 03.00 WIB. Alangkah terkejutnya sang suami saat menengok ke sudut kamar, ia mendapati belahan jiwanya sudah dalam posisi tergantung tak bernyawa.

"Suami korban sempat histeris dan langsung berusaha menurunkan tubuh istrinya untuk memberikan pertolongan. Namun sayang, korban sudah tidak memberikan respons (meninggal dunia)," ujar Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, saat dikonfirmasi awak media.

Geger atas kejadian tersebut, sang suami langsung meminta bantuan tetangga dan keluarga, sebelum akhirnya diteruskan ke perangkat desa dan Polsek Sragi. 

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa jasad korban. dari hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan secarik kertas berisi pesan singkat yang diduga kuat ditulis oleh korban beberapa jam sebelum nekat mengambil langkah pintas. 

Surat tersebut berisi curahan hati (curhat) mendalam terkait kondisi keuangan keluarga mereka yang tengah goyah.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan mental emosional dan sedang didera persoalan ekonomi. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi," tambah Ipda Warsito.

Sementara itu, Kepala Desa Depok, Hadi Suwitno, membenarkan bahwa korban dan suaminya adalah perantau yang mengontrak rumah di Desa Siwalan demi mengais rezeki dari usaha pembuatan keripik tempe yang dititipkan ke warung-warung.

Berdasarkan cerita suami korban, malam sebelum kejadian tragis itu, korban sempat berusaha menagih utang sebesar Rp3 juta kepada salah seorang kenalannya. Apes, uang yang sangat diharapkan untuk memutar roda usaha itu gagal kembali.

"Korban ini dikenal suka menolong dengan meminjamkan uang ke beberapa orang. Tapi gara-gara uangnya tak kunjung balik, keuangan keluarga mereka jadi tertekan," kata Hadi sedih.

Kematian SK menyisakan duka yang teramat mendalam bagi keluarga. Pasalnya, korban diketahui baru satu tahun membina rumah tangga di pernikahan keduanya ini dan tengah menantikan kelahiran sang buah hati. 

"Padahal usia kandungannya sudah masuk empat bulan, dan belum lama ini pihak keluarga baru saja menggelar acara syukuran kehamilan," pungkas Hadi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita