...teknik ecoprint bisa menjadi keterampilan bermanfaat yang bernilai ekonomi di masa depan...
MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar kegiatan kreatif bersama siswa kelas V SD Negeri Pangawaren 02, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, dengan membuat ecoprint di totebag.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja (Proker) bidang pendidikan “Kreasi Ceria” yang bertujuan meningkatkan kreativitas siswa, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan melalui seni, pada Selasa, 4 Februari 2025.
-Apa Itu Ecoprint?
Ecoprint adalah teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan bahan dari alam, seperti daun dan bunga. Teknik ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.
Ecoprint banyak diterapkan dalam pembuatan kain, pakaian, dan produk kreatif lainnya, termasuk totebag yang digunakan dalam kegaitan di SD Negeri Pangawaren 02 ini.
-Manfaat dan Fungsi Ecoprint:
Ecoprint tidak hanya memberikan pengalaman kreatif bagi anak-anak, tetapi juga memiliki banyak manfaat, di antaranya:
-1. Melatih Kreativitas, anak-anak belajar membuat motif unik dengan memanfaatkan bahan dari alam.
-2. Menanamkan Kepedulian Lingkungan, siswa lebih menghargai dan memahami potensi alam di sekitar mereka.
-3. Mengenalkan Keterampilan Baru, teknik ecoprint bisa menjadi keterampilan bermanfaat yang bernilai ekonomi di masa depan.
-4. Mengurangi Penggunaan Plastik, totebag hasil ecoprint bisa digunakan sebagai pengganti kantong plastik, sehingga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
-Bagaimana Proses Pembuatan Ecoprint di Totebag?
Workshop ecoprint di totebag dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:
-1. Persiapan Bahan dan Alat
Sebelum memulai, siswa dikenalkan dengan bahan dan alat yang digunakan, seperti:
-a. Totebag berbahan kain katun, b. Daun dan bunga yang memiliki pigmen alami, seperti daun jati, daun ketapang, dan bunga kenikir. c. Palu kayu untuk teknik pukul (hapa zome)
-d. Air cuka atau tawas untuk membantu warna lebih tahan lama, e. Alas dan plastik untuk melindungi meja kerja,
-2. Menata Daun dan Bunga.
Siswa memilih daun dan bunga sesuai selera mereka, lalu menatanya di atas totebag dengan komposisi yang menarik.
-3. Proses Pukulan (Hapa Zome)
Dengan menggunakan palu kayu, siswa memukul daun dan bunga secara perlahan hingga pigmen alami menempel pada kain. Proses ini memerlukan ketelitian agar motif yang dihasilkan tetap rapi dan tidak rusak.
-4. Pengeringan dan Fiksasi Warna
Setelah motif muncul di totebag, kain dikeringkan di tempat teduh. Untuk menjaga ketahanan warna, totebag kemudian direndam dalam larutan air cuka atau tawas sebelum dijemur kembali.
Antusiasme Siswa dan Dampak Kegiatan: Siswa kelas V SD Negeri Pangawaren 02 terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini. Mereka merasa bangga dapat membuat totebag dengan motif unik hasil kreasi sendiri.
“Senang banget! Totebag-nya jadi cantik, bisa dipakai buat sekolah,” ujar salah satu siswa dengan penuh semangat.
Kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti kesabaran, ketelitian, dan apresiasi terhadap seni berbasis alam. Selain itu, hasil ecoprint yang dibuat dapat langsung digunakan oleh siswa atau dijadikan hadiah bagi orang tua mereka.
Harapan dan Keberlanjutan Kegiatan: Dengan adanya kegiatan membuat ecoprint ini, diharapkan siswa semakin tertarik pada seni dan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini membuka wawasan bahwa dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita, bisa tercipta produk kreatif yang bermanfaat.
Melalui proker Kreasi Ceria, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Tim Mahasiswa KKN UP Kelompok 28, berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi metode pembelajaran berbasis kreativitas dan lingkungan.
Mahasiswa KKN UP Kelompok 28 di Desa Pangawaren: Anggrea Sabrinata Az-Zahra, Apnan Paiz, Dandi Bagus Ramadhan, Dwi Lusi Eka Cahyani, Farah Nendi Nur Hilal, M. Azka Haikal Fikri, Muhammad Faturozaq, Ratna Fita Hermalica, Rafal Hana, Yuliana Khoirun Nisa.