PanturaNews (Brebes) -– Fauzan Rasyid resmi terpilih sebagai Ketua Akuatik Indonesia Cabang Kabupaten Brebes periode 2025-2030.
ITerrpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang digelar di Sekretariat Akuatik Brebes pada Selasa (4/2/2025).
Fauzan kini mengemban misi besar: membawa renang Brebes ke panggung prestasi yang lebih tinggi.
Proses pemilihan sempat berlangsung sengit dengan munculnya dua kandidat, yakni Akhmad Khumaedi dan Fauzan Rasyid. Namun, setelah perdebatan panjang, Akhmad Khumaedi mengundurkan diri, menjadikan Fauzan sebagai pemimpin baru organisasi ini.
Muscablub tersebut dihadiri langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Brebes Abdul Aris Assaad serta Kabid Pemuda dan Olahraga Dindikpora Pemkab Brebes Aka Dharma.
Muscablub ini merupakan langkah penting dalam restrukturisasi organisasi setelah ketua sebelumnya mundur.
Fauzan menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membangun ekosistem renang yang lebih profesional dan kompetitif.
Dengan dukungan dari 14 klub yang bernaung di bawah Akuatik Brebes, ia berkomitmen untuk memperkuat pembinaan atlet serta meningkatkan sarana dan prasarana.
"Terima kasih atas kepercayaan dari seluruh klub renang di Brebes. Ini adalah momentum baru untuk membawa cabor renang lebih berkembang dan berprestasi," kata Fauzan.
Visi utama Fauzan adalah menjadikan Akuatik Brebes lebih berkarakter, unggul, dan bermartabat.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antar klub serta kemitraan strategis untuk mempercepat kemajuan olahraga ini.
"Kuncinya ada di sinergi. Kami akan merancang program pembinaan atlet secara lebih terstruktur serta meningkatkan fasilitas agar para perenang bisa berlatih dengan maksimal. Kepengurusan baru akan segera kami bentuk dalam 14 hari ke depan," tegasnya.
Ketua KONI Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assaad, menyambut baik kepemimpinan baru di tubuh Akuatik Brebes.
Menurutnya, dengan soliditas dan kepemimpinan yang kuat, organisasi ini bisa melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
"Kami berharap kepemimpinan baru ini bisa membawa perubahan besar, terutama dalam membina atlet. Tidak boleh ada lagi perpecahan antar klub. Semua harus bersatu demi satu tujuan: prestasi," ujarnya.