KESENJANGAN akses teknologi merupakan perbedaan akses terhadap kemampuan penggunaan di antara individu atau kelompok yang ada dalam masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa. Dalam konteks dunia pendidikan, kesenjangan teknologi pada kalangan mahasiswa menjadi perhatian penting karena memiliki dampak yang cukup serius terhadap kegiatan pembelajaran, kesenjangan teknologi juga berpengaruh penting pada kualitas pengetahuan yang di terima oleh mahasiswa dan kemampuan mengajar dosen.
Di zaman yang mulai berkembang ini, teknologi telah menjadi bagian dari proses belajar mengajar, bahkan peserta didik khususnya mahasiswa dituntut memiliki perangkat digital seperti smartphone maupun laptop untuk mendukung penyampaian materi pembelajaran serta komunikasi antar dosen dan mahasiswa. Namun, kesenjangan teknologi sampai saat ini masih menjadi hambatan bagi banyak mahasiswa dan dosen.
Mahasiswa di daerah perkotaan cenderung memiliki akses yang lebih baik untuk hal perangkat dan internet, sementara mahasiswa di daerah pedesaan atau dari latar belakang ekonomi yang tergolong rendah mungkin tidak memiliki akses yang sama layaknya mahasiswa perkotaan.
Ketidakseimbangan ini menciptakan perbedaan pengalaman belajar, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas pendidikan dan peluang karir di masa depan karena mahasiswa yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi beresiko akan tertinggal dalam hal akademik dan keterampilan yang di perlukan untuk kesuksesan di masa depan.
Sebagian para peserta didik khususnya para mahasiswa yang memiliki keterampilan terbatas dalam keterampilan digital mungkin mengalami kesulitan mengakses teknologi. Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan masa kini dan masa yang akan datang sangat penting untuk memahami dan mengatasi kesenjangan teknologi dalam pembelajaran, terkhusus di kalangan mahasiswa agar semua memiliki kesempatan yang setara untuk meraih kesuksesan.
Dengan demikian, kesenjangan akses digital di kalangan mahasiswa juga butuh perhatian khusus, terutama di daerah terpencil yang perlu segera di atasi. Untuk mengatasi kesenjangan ini beberapa langkah harus di lakukan dengan melibatkan kerja sama antar pemerintah.
Institusi pendidikan dan perusahaan teknologi untuk menyediakan fasilitas yang lebih terjangkau, serta pembangunan infrastruktur jaringan internet dan literasi digital juga dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan sosial dan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi digital dalam pendidikan.
Kesenjangan ini tidak hanya terbatas pada akses ke teknologi digital, tetapi juga melibatkan kualitas konten pendidikan yang tersedia, kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, dan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar. Kesenjangan kualitas pembelajaran ini dapat berdampak pada kesenjangan dalam kemampuan untuk mengakses informasi, pelayanan publik serta peluang pendidikan.
Dengan adanya langkah tersebut kesenjangan keterampilan digital dapat di atasi, dan mahasiswa kemungkinan besar akan mendapatkan akses yang lebih setara terhadap pendidikan digital dan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan serta memastikan bahwa semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di era digital sekarang ini.
Berdasarkan hasil dari berbagai sumber mengenai kesenjangan teknologi ternyata sangat berpengaruh terhadap mahasiswa dan para pengajar, siswa kesulitan dalam menggali berbagai informasi serta menghadapi tugas secara online karena keterbatasan akses dan kemampuan penggunaan teknologi.
Sementara pengajar kesulitan dalam penyampaian materi dan tugas, di beberapa sekolah atau kampus telah mengambil beberapa langkah yaitu dengan penggunaan computer di lab, meskipun kesenjangan teknologi sering kali menjadi hambatan di kalangan mahasiswa juga merupakan penawaran peluang inovasi serta dorongan untuk menyediakan akses internet yang luas dan terjangkau.