Minggu, 26/01/2025, 23:48:28
Kesenjangan Akses Teknologi Di Kalangan Mahasiswa. Berdampak Pada Aspek Non-Teknis
OLEH: ISNA AINUROHMAH
.

KESENJANGAN akses teknologi dikalangan mahasiswa merupakan tantangan serius yang harus segera diatasi. Di era digital saat ini, teknologi dalam pendidikan bukanlah kemewahan melainkan kebutuhan khusus untuk mendukung pembelajaran modern terutama pada kalangan mahasiswa yang rata-rata membutuhkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Mahasiswa diharapkan mampu mengakses teknologi seperti komputer, internet, dan perangkat lainnya untuk mendukung kegiatan akademik, seperti mencari referensi dari jurnal atau artikel yang terdapat di internet hingga pembalajaran secara daring.

Namun, tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi, terutama dari latar belakang ekonomi menengah kebawah yang menghadapi hambatan besar dalam mengakses perangkat dan internet yang memadai dan mahasiswa yang tingggal di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses internet.

Kesenjangan akses teknologi dapat mempengaruhi kuliatas pendidikan di kalangan perguruan tinggi. Kesenjangan ini dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor utama salah satunya perbedaan kondisi ekonomi. Pada faktor ekonomi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi finasial yang mapan cenderung memiliki akses perangkat modern seperti laptop, tablet, atau smartphone, serta koneksi internet yang stabil.

Sedangkan yang  berpenghasilan menengah kebawah cenderung menghadapi kesulitan dalam membeli perangkat teknologi yang memadai. hal ini dapat menghambat mereka pada posisi yang kurang kompetitif, baik dalam proses perkuliahan maupun perkembangan keterampilan digital.

Selain faktor ekonomi faktor geografis juga memainkan peran penting. Mahasiswa yang tinggal di daerah perkotaan umumnya memiliki akses yang lebih mudah seperti jaringan internet yang stabil.

Sementara itu, mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil menghadapi hambatan terkait konektivitas seperti  jaringan internet yang buruk atau bahkan tidak ada sama sekali, akibatnya tidak dapat mengikuti perkuliahan yang diadakan secara online hingga kurangnya berpartisipasi dalam diskusi pada perkuliahan online tersebut dan susah untuk mengakses pembelajaran secara digital.

Kesenjangan ini juga berdampak pada aspek non-teknis seperti kemampuan digital mahasiswa. Mereka yang memiliki akses lebih baik cenderung lebih terampil dalam menggunakan teknologi. Sedangkan mahasiswa yang kurang mahir dalam menggunakan teknologi sering kali mengalami kesulitan dalam memanfaatkan perangkat dan aplikasi yang mendukung pembelajaran, mereka menghadapi tantangan besar dalam menyelesaikan tugas yang membutuhkan penggunaan perangkat lunak khusus atau pencarian sumber referensi online.

Masalah ini dapat diatasi dengan menyediakan pelatihan teknologi yang diadakan di perguruan tinggi. Dengan meningkatkan keterampilan teknologi, kesenjangan akses teknologi di kalangan mahasiswa tidak hanya berkurang tetapi peluang bagi setiap mahasiswa agar dapat berkembang dan bersaing di era digital ini dapat ditingkatkan terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.

Karena jika dibiarkan kesenjangan ini tidak hanya menghambat pendidikan tetapi juga dapat berpengaruh di masa depan nanti. Kolaborasi antara pemerintah, intitusi pendidikan, dan perusahaan teknologi juga dapat membantu menjembatani kesenjangan ini. Dengan menyediakan fasilitas pendukung, seperti penyediaan fasilitas teknologi dan akses internet gratis dikampus yang stabil dapat membantu para mahasiswa.

Kesenjangan akses teknologi di kalangan mahasiswa menunjukan perbedaan signifikan dalam kemampuan mengakses perangkat, internet, dan sumber daya digital. Pendidikan yang merata dan inklusif hanya dapat tercapai jika semua mahasiswa memiliki akses yang setara terhadap teknologi.

Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan langkah seperti pelatihan teknologi di perguruan tinggi, penyediaan fasilitas teknologi, serta pembangunan fasilitas internet di wilayah terpencil.

Dengan solusi yang tepat, kesenjangan teknologi dapat diminimalkan, sehingga dapat memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan bersaing di era digital ini.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita