MAHASISWA KKN Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes Kelompok 38 menjalankan program eksplorasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, dengan fokus pada produk tikar dari daun pandan.
Kegiatan yang dilakukan pada 25 Januari 2025 ini, bertujuan untuk menggali potensi ekonomi lokal, sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
-Tikar Daun Pandan: Warisan Budaya Bernilai Ekonomi:
Tikar pandan bukan sekadar kerajinan, tetapi juga simbol kekayaan budaya yang melekat pada masyarakat Negarajati. Proses pembuatannya melibatkan serangkaian langkah tradisional, mulai dari memanen daun pandan, merebus, hingga menjemur dan merajutnya menjadi tikar yang kuat, indah, dan tahan lama.
"Kerajinan ini tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang terus dijaga," ungkap Kepala Desa Negarajati, salah satu pengrajin yang sudah berkecimpung dalam pembuatan tikar pandan selama lebih dari 15 tahun.
-Inovasi dan Pemberdayaan UMKM:
Dalam kunjungannya, mahasiswa kelompok 38 tidak hanya mendokumentasikan proses pembuatan tikar, tetapi juga memberikan pendampingan berupa strategi pemasaran digital. Melalui pelatihan sederhana, para mahasiswa mengenalkan pengrajin pada platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pasar.
"Saat ini, konsumen tidak hanya dari pasar lokal, tetapi juga nasional. Dengan strategi pemasaran yang lebih modern, kami berharap produk ini bisa menembus pasar internasional," ujar Sasa Dwi Pramita, sebagai koordinator divisi Ekonomi KKN Kelompok 38.
-Tantangan dan Harapan:
Meskipun memiliki potensi besar, UMKM tikar pandan di Desa Negarajati masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketersediaan bahan baku yang tergantung musim dan kurangnya akses modal untuk pengembangan usaha. Namun, semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat lokal menjadi angin segar bagi keberlangsungan usaha ini.
Harapannya, dengan dukungan dari berbagai pihak, tikar daun pandan dari Desa Negarajati dapat menjadi ikon kerajinan yang dikenal luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi lokal masing-masing.
-Kesimpulan:
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Universitas Peradaban ini tidak hanya menjadi pengalaman pembelajaran, tetapi juga bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memajukan perekonomian desa. Tikar pandan dari Desa Negarajati adalah bukti bahwa produk tradisional dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan inovasi dan dukungan yang tepat.
Dengan semangat gotong royong, potensi UMKM ini akan terus berkembang, melestarikan tradisi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Mahasiswa KKN UP Kelompok 38 Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Cilacap: Mochammad Wahyu Martyono, Yuliana Rahayu, Hani Nurhikmah, Devy Fitriani, Sasa Dwi Pramita, Utama Aslahatul Firdaus, Mala Aulia Sari, Halizha Intan Safitri, Ismail Wahyudi, Ahmad Dhany Permana.