Kamis, 16/01/2025, 22:24:43
Survei Awal KKN di Desa Jeruklegi Wetan: Pemberdayaan Berbasis Aset dan Potensi Desa
OLEH: KELOMPOK 02 MAHASISWA KKN UP
.

KELOMPOK 02 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, diwakilkan oleh lima anggota kelompok melaksanakan survei awal, sebelum penerjunan langsung di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Kegiatan survei pada Rabu, 15 Januari 2025 ini, bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi serta potensi desa yang akan menjadi lokasi program KKN selama 35 hari mendatang. Survei ini dilakukan bersama Bapak Sagiyono selaku narasumber dan juga Kawur yang mewakili pihak Balai Desa.

Tujuan dari survei ini berfokus pada beberapa aspek penting yang perlu diketahui, untuk merancang Program Kerja (Proker) yang tepat bagi masyarakat Desa Jeruklegi Wetan. Beberapa topik yang dibahas meliputi kondisi desa, potensi desa, fasilitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Yang pertama kondisi desa, bapak Sagiyono selaku petugas balai desa menjelaskan bahwa desa Jeruklegi Wetan memiliki karakteristik khas sebagai desa, dengan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani.

Masyarakat desa memanfaatkan lahan yang ada di desa dengan bertani padi dan juga membuat lahan perkebunan jagung. Desa ini dikelilingi oleh lahan pertanian yang subur, namun juga menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur yang belum merata, seperti jalan yang masih rusak di beberapa bagian desa.

Selanjutnya potensi desa, Jeruklegi Wetan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, terutama dalam bidang pertanian. Tanah yang subur memungkinkan desa ini menghasilkan berbagai komoditas pertanian seperti padi, jagung, kacang tanah dan lain sebagainya.

Kemudian fasilitas kesehatan, di Desa Jeruklegi Wetan fasilitas kesehatannya cukup terbatas. Terdapat satu Puskesmas yang melayani sebagian besar kebutuhan medis dasar, namun satu tahun kebelakang puskesmas tersebut dipindahkan karena masalah internal. Selain bergantung pada puskesmas, warga desa juga dapat mengecek kesehatannya di bidan yang ada di desa Jeruklegi Wetan.

Untuk menjamin kesehatan masyarakat, desa rutin melaksanakan kegiatan Posyandu sebagai layanan kesehatan dasar kepada warga sekitar.  Kegiatan ini rutin diadakan 2 kali dalam satu bulan di setiap RW. Posyandu ini diadakan untuk  balita dan lansia untuk menstabilkan kesehatannya.  Posyandu ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, meskipun masih diperlukan peningkatan fasilitas dan sumber daya untuk memaksimalkan layanannya.

Di sektor pendidikan, Desa Jeruklegi Wetan memiliki 1 TK, 3 SD, 1 MI, 1 SMA, dan 1 SMK. Sebagian anak yang berasal dari keluarga kurang mampu hanya melanjutkan sekolah sampai ke jenjang SLTA saja. Masyarakat yang mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi jumlahnya masih cenderung sedikit yaitu kurang dari 30%.

Selanjutnya sektor ekonomi, masyarakat Desa Jeruklegi Wetan sebagian besar bergantung pada sektor pertanian. Namun, pendapatan petani sering kali tidak stabil karena tergantung pada musim dan harga pasar. Oleh karena itu, diversifikasi ekonomi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian dalam survei ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya sektor lingkungan, Desa Jeruklegi Wetan yang masih asri relatif terjaga dengan baik. Jadi, Survei awal ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi yang ada di Desa Jeruklegi Wetan.

Tim KKN berharap dapat merancang program yang sesuai dengan kebutuhan desa, seperti pelatihan kewirausahaan, peningkatan infrastruktur, serta program-program yang mendukung pengembangan, baik dari sektor pertanian, pendidikan maupun kesehatan. Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara pihak desa dan mahasiswa KKN, berbagai potensi yang ada dapat dimaksimalkan untuk kemajuan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 02 di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap: Ferdian Fauzi, Wildan Dimas Prayitno, Nur Halimah, Rela Jamilah, Venti Meilita Leviasari, Wiwin Anggaraeni, Muhammad Saumi Andrean Nofa, Siti Sopiatun Niswah, Syafiq Amar Rulloh, Titin Sulistiowati, Nurul Hikmah.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita