Kamis, 16/01/2025, 17:47:00
Langkah Awal Mengabdi untuk Masyarakat: Mahasiswa Survei Lokasi KKN di Desa Kalijeruk
OLEH: YOLANDA TANIA
.

KKN (Kuliah Kerja Nyata) menjadi salah satu wujud nyata dari penerapan ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh selama masa perkuliahan, dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa berkontribusi terhadap pembangunan desa.

Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengirimkan sejumlah 468 mahasiswa untuk menggali ilmu dan pengalaman di beberapa desa yang ada di Kabupaten Cilacap.

Langkah awal dari kegiatan KKN adalah survei lokasi, merupakan salah satu tahapan penting dalam menentukan keberhasilan program kerja yang nantinya akan dilaksanakan di lapangan. Dalam kegiatan survei lokasi, mahasiswa dapat menggali informasi langsung dengan warga setempat untuk memperoleh data kuantitatif yang akan menjadi acuan dalam penyusunan program kerja.

Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawungaten, Kabupaten Cilacap, menjadi salah satu lokasi penempatan mahasiswa KKN. Program KKN dapat difokuskan dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Desa ini memiliki potensi besar dalam bidang pertanian ataupun perkebunan, jika dapat dikelola dengan baik dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan survei, mahasiswa mengunjungi kantor Balaidesa Kalijeruk untuk menggali berbagai informasi mengenai potensi desa, jumlah penduduk, keadaan kesehatan warga lokal, jumlah instansi, dan lain sebagainya.

Pak Eko selaku sekretaris desa, mengatakan mayoritas penduduk di Desa Kalijeruk memiliki mata pencaharian sebagai petani. Perhutani juga menyediakan lahan bagi warga yang tidak memiliki lahan untuk berkebun atau bertani.

Dalam bidang pendidikan, desa Kalijeruk memiliki 3 Sekolah Dasar Negri, 2 Madrasah Ibtidaiyah, dan 1 Mts. Namun, dari segi kuantitas jumlah siswa yang di tingkat sekolah dasar menurun.

"Di sini terdapat 5 Sekolah Dasar dan 1 Sekolah Lanjut Tingkat Pertama, namun jumlah siswanya menurun, ada juga yang 1 kelas cuma terdapat 15 siswa." Jelas Pak Eko.

Infrastruktur desa masih menjadi salah satu kendala utama di desa ini, jalan akses warga masih banyak yang mengalami kerusakan, dan beberapa wilayah sering terendam banjir. Kondisi demikian dapat menghambat proses mobilitas penduduk, terutama saat musim hujan.

Selanjutnya dari segi kesehatan, desa Kalijeruk rutin mengadakan posyandu untuk segala tingkatan, mulai dari balita, ibu hamil, remaja, umum, bahkan lansia. Kegiatan Posyandu dilakukan rutin satu bulan sekali. Data terakhir menunjukkan ada 18 kasus stunting, dalam dua tahun terakhir. Desa ini memiliki akses layanan kesehatan berupa puskesmas yang berada di Kecamatan Kawungaten, dan puskesmas pembantu di Ujung Manik dan Mentasan.

Selain itu, hasil survei juga menunjukkan adanya peluang dalam bidang ekonomi untuk mengembangkan produk lokal. Produk lokal berupa pisang diolah menjadi sriping pisang, kripik pisang, dan lainnya. Data menunjukkan adanya UMKM desa Kalijeruk yaitu pembuatan sriping pisang. Selain sriping pisang, desa Kalijeruk juga memanfaatkan pohon tumbuhan sridia sebagai bahan baku pengganti batu bara, batang pohon sridia nantinya akan diolah menjadi bahan baku pengganti batu bara.

Desa Kalijeruk juga sedang merintis pengembangan bibit kopi yang nantinya akan dijadikan produk unggulan desa. Peternakan kambing juga mulai berkembang di desa ini, sehingga dapat menghasilkan produk susu etawa.

Kehadiran Mahasiswa di desa Kalijeruk diharapkan mampu membawa dampak positif. Mahasiswa mempunya peluang yang besar untuk mengembangkan desa Kalijeruk dalam kegiatan KKN. Pengalaman yang nantinya diperoleh mahasiswa tentunya akan sangat berdampak dalam memperkaya wawasan dalam menghadapi kehidupan dalam bermasyarakat.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita