Minggu, 02/06/2024, 01:37:09
Baru Deklarasi, Gerakan Relawan Sudaryono Bersatu Brebes Dibekukan Hanya karena Gula, Teh
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Spanduk sekretariat Garda Satu Brebes yang sudah terpasang dicopot usai Sigit Andi W, dibekukan oleh Ketua Garda Satu Jateng tanpa adanya klarifikasi. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Baru saja terbentuk, kepengurusan Gerakan Relawan Sudaryono Bersatu (Garda Satu) Brebes yang dipimpin oleh Sigit Andi W, sesuai penunjukan dari Sekjen Garda Satu Jawa Tengah, Joko, mendadak dibekukan. 

Padahal kepengurusan Garda Satu Brebes baru dideklarasikan pada Kamis 30 Mei 2024 kemarin, di kediaman Sigit Andi W, yang sekaligus dijadikan tempat sekretariatnya, di Kelurahan Brebes.

Deklarasi Garda Satu Brebes sebagai bentuk dukungan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jateng, Sudaryono, yang siap maju dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2024. Saat itu dihadiri langsung oleh Ketua Garda Satu Jawa Tengah, Andre Syifudin. Bahkan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, Wurja juga turut hadir.

Akan tetapi, mendadak dibekukan oleh Ketua Garda Satu Jawa Tengah, Andre Syifudin, tanpa klarifikasi langsung. Ironisnya, ia justru memberikan penjelasan/klarifikasi kepada Wakil Ketua 1 Garda Satu Brebes, Suherman melalui pesan WhatsAppnya.

Pembekuan ini terjadi setelah Ketua 1 Garda Satu Brebes, Sigit Andi W, mempertanyakam kepada Bendahara Garda Satu Jateng, Maryati, untuk mempertanyakan mengenai apakah ada biaya operasional seperti kopi, teh, gula, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan, karena banyaknya tamu yang datang setiap jam ke sekretariat. Pertanyaan ini disampaikan Sigit Andi W, melalui pesan WhatsApp nya. 

Akan tetapi, belum sempat ada komukasi selanjutnya, tiba-tiba Sigit Andi W, di keluarkan dari grup Garda Satu Jateng sekaligus dibekukan sebagai Ketua Garda Satu Brebes oleh Ketua Garda Satu Jateng, Andre Syaifudin .

Terkait persoalan tersebut, sehingga Wakil Ketua 1 Garda Satu Brebes, Suherman ,mempertanyakan langsung kepada Ketua Garda Satu Jateng, Andre Syaifudin, lewat pesan WhatsAppnya, ada apa Sigit Andi W, dikeluarkan dari grup Garda Satu Jateng, sekaligus dibekukan dari jabatan ketua.

"Mohon maaf terkait dengan ketua Garda Satu Brebes kami bekukan melalui pertimbangan-pertimbangan dan kami memutuskan untuk mengganti Ketua Garda Satu Brebes (Sigit Andi W). Mandat saya berikan kepada Mas Jojo (Wakil Ketua Garda Satu Brebes). Segera komunikasikan dengan beliau," demikian bunyi pesan WhatsApp Ketua Garda Satu Jateng, Andre Syaifudin kepada Suherman lewat pesan WhatsAppnya.

"Ini terkesan lucu. Seorang Ketua Garda Satu Jateng membekukan saya sebagai Ketua Garda Satu Brebes tanpa klarifikasi langsung kepada saya, hanya karena mempertanyakan apakah ada biaya operasional, seperti kopi, teh, gula, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan, karena banyaknya tamu yang datang setiap jam ke sekretariat," kata Sigit Andi W, kepada PanturaNews.Com, Minggu 2 Juni 2024.

Merespons pembekuan tersebut, Sekretaris Garda Satu Brebes, Miftahussurur, menyatakan tetap mendukung Ketua Garda Satu Brebes, Sigit Andi W, yang mendadak dibekukan oleh Ketua Garda Satu Jateng, Andre Syifudin.

Hampir seluruh pengurus Garda Satu Brebes dan 17 Koordinator Kecamatan (Korcam) yang sudah terbentuk juga memutuskan untuk mundur dari kepengurusan. 

Mereka menilai Sigit Andi W, telah memperjuangkan kepentingan pengurus lainnya terkait operasional dan kebutuhan lainnya, sehingga merasa solidaritas untuk mundur bersama.

"Satu tersakiti yang lain ikut sakit," ungkapnya.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita