Minggu, 25/02/2024, 15:13:50
KKN Mahasiswa UP Adakan Penyuluhan Cegah Stunting di Desa Tanggeran
Oleh: Tim KKN Mahasiswa UP
--None--

DALAM rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes pada hari Jumat 23 Februari 2024, penyuluhan tentang pencegahan stunting dengan sasaran yaitu ibu-ibu desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tidak memadai. Anak yang mengalami stunting tidak hanya mengalami hambatan pada pertumbuhan fisik saja, akan tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan pada anak kurang maksimal.

Menurut laporan Studi Status Gizi Indonesia Kementrian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 21,6%. Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan harus di waspadai sedari dini. 

Terlebih bagi ibu hamil harus memperhatikan asupan gizi pada saat kehamilan dan juga harus rutin memeriksakan kehamilannya ke dokter atau bidan. Pemeriksaaan kehamilan yang rutin dapat membantu memantau kesehatan ibu dan anak serta mendeteksi risiko stunting sejak dini.

Faktor penyebab stunting pada anak yaitu kurangnya asupan makanan bergizi seimbang pada ibu dan balita (khususnya protein), lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, bayi yang mengalami sakit infeksi secara berulang serta minimnya akses air bersih.

Anak yang mengalami stunting akan lebih pendek dibanding standar tinggi badan anak seusianya sebab pertumbuhan tulangnya terhambat dan anak akan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu mengadakan Penyuluhan Pencegahan Stunting di Desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai stunting, seperti ciri-ciri, penyebab dan cara pencegahannya. 

Berikut beberapa cara untuk mencegah stunting diantaranya yaitu memberikan ASI ekslusif kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan, memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang setelah bayi berusia 6 bulan, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di Posyandu atau Puskesmas. 

 

(Tim Mahasiswa KKN Desa Tanggeran: Adini Nur Abidah, Adnin Muflikhudin, Andien Sidkin Allya, Chanisah Maulia, Dian Fibrianto, Dwiana Indriyani, Inggit Pebriyanti, Mayang Rosa, Nabilah Sukma Juremi dan Zainuna Almas Atika. Dosen Pembimbing Lapangan: Sarah Dien Hawa, S.E., M.Si.)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita