ORENTASI pendidikan merupakan hal yang penting dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan. Pendidikan yang berorentasi pada kebutuhan siswa merupakan paradigma yang harus difahami oleh pendidik.
Merujuk salah satu difinisi pendidikan, dalam hal ini disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, beliau menggemukakan pengertian pendidikan, yakni menuntun segala sesuatu atau semua kekuatan kodrat yang terdapat di dalam diri anak (peserta didik) itu sendiri, supaya mereka sebagai manusia serta juga sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan juga dapat mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya.
Maka dapat diartikan bawah pendidikan adalah proses menuntun semua kekuatan kodrat yang terdapat pada diri anak. Dalam hal ini proses harus memberikan ruang kemerdekan bagi peserta didik untuk mengekespresikan bakat dan minat sesuai dengan keunikan yang dimiliki.
Berdasarkan pengertian pendidikan yang diutarakan oleh Ki Hajar Dewantara maka diperlukan sebuah metode pembelajaran sebagai yang mampu mengembangkan dan menuntun siswa dalam mengembangkan bakat minatnya. Metode pembelajaran memiliki peran yang penting dalam mensukseskan proses pembelajaran, salah satu metode yang sesuai adalah pembelajaran berdiferensiasi.
Menurut Marlina (2019), Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman peserta didik dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat dan preferensi belajar peserta didik. Kepedulian pada peserta didik dalam memperhatikan kekuatan dan kebutuhan peserta didik menjadi fokus perhatian dalam pembelajaran berdiferensiasi.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, pendidik memerlukan tindakan yang tepat karena pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau aktivitas yang berbeda pada setiap peserta didik. Proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berdifrensiasai sangat tepat digunakan sebagai metode dalam menuntun dan mengembangakn potensi siswa.
Menurut Marlina (2020), pembelajaran berdiferensiasi memiliki beberapa tujuan, antara lain yaitu sebagai berikut membantu peserta didik dalam belajar, meningkatkan motivasi dan pemcapaian hasil belajar peserta didik, menjalin hubungan harmonis terhadap pendidik dan peserta didik, membantu peserta didik menjadi pembelajar yang mandiri, meningkatkan kepuasan pendidik.
Hal ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan yaitu menuntun dan mengembangkan kodrat anak (peserta didik). Sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan efektif. Metode Pembelajaran Berdiferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru di sekolah antara lain Diferensiasi konten mengacu pada isi atau materi pelajaran itu sendiri.
Diferensiasi konten dapat dilakukan berdasarkan tingkat pemahaman siswa mengenai materi tersebut, yaitu apakah siswa belum paham, paham secara parsial, atau sudah paham dengan baik. Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan membedakan cara guru menyampaikan materi atau memberikan instruksi kepada setiap siswa.
Diferensiasi proses ini bisa dilakukan dengan mengacu pada gaya belajar masing-masing siswa, misal gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik. Selain itu, guru juga bisa memberikan variasi melalui adanya pembelajaran secara individual maupun kerja kelompok.
Diferensiasi produk dapat dilakukan dengan membedakan produk atau hasil pembelajaran yang perlu dilakukan siswa untuk mengukur tingkat penguasaan mereka terhadap materi serta memperoleh nilai. Misalnya, siswa diminta untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan mengerjakan ujian tertentu atau melakukan presentasi di depan kelas.
Diferensiasi lingkungan belajar dapat dilakukan dengan memberikan variasi atau perbedaan suasana tempat belajar. Misalnya, mengajak siswa untuk belajar di perpustakaan atau di taman sekolah. Selain itu, guru juga bisa mengajak siswa untuk melakukan kunjungan lapangan, misalnya ke kebun raya untuk melakukan observasi atau penelitian.
Dengan pembelajaran berdiferensiasi diharapkan guru mampu menuntun tumbuh kembang potensi peserta didik sesuai dengan kodratnya. Pembelajaran diferensiasi merupakan metode yang paling ideal dalam model pembelajaran yang berorentasi pada kebutuhan peserta didik. Semua peserta didik adalah individu yang istimewa dan unik.
(Dosen Pengampu: Dr Cintya Nurika Irma, M.Pd)