Ilustrasi (Foto: Dok. PanturaNews)
ABSTRAK
Puisi adalah karya sastra yang diciptakan untuk memberikan gambaran suasana hati pengarang, dan berpengaruh juga terhadap pembacanya. Puisi yang diciptakan penyair tidak hanya ditujukan untuk di nikmati sendiri tetapi juga bisa dinikmati pembaca dengan latar belakang rasa yang berbeda, sehingga seringkali pemahaman isi puisi muncul dengan banyak tafsir. Bukan hanya rasa yang membuat puisi terasa dekat dengan penikmatnya, salah satu faktor lainnya yaitu citraan dalam puisi.
Citraan yang dapat membangun imajinasi yang segar, hidup serta berada dalam suasana keindahan. Penelitian ini mengambil fokus pada citraan puisi Prili Latuconsina Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian difokuskan pada data tertulis mengenai aspek citraan yang terdapat dalam puisi berjudul “ Aku Memilih Mengenangmu”
PENDAHULUAN
Waluyo (2002, hlm. 1), mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi rima dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).
Melaui medium bahasa yang padat dan ringkas, sebuah puisi diungkapkan oleh seorang penyair atau pujangga. Dengan Bahasa yang padat tersebut, penyair mencipta dan memangun imaji atau citra yang unik dan khusus sesuai kehendak dan kretivitas penyair. Sebuah puisi atau karya sastra tidak diciptakan dari sebuah kekosongan sosial. Seorang penyair atau pengarang tidak dengan serta merta mendapat ide dan kemudian mencipatkan puisi tanpa bersinggungan dengan realitas sosial yang menggugah ide kreatifnya.
Dengan demikian, puisi atau karya sastra diciptakan dari berbagai endapan pengalaman, pemikiran, refleksi dan interaksi budaya antara pengarang dengan realitas sosial yang kemudian terinternalisasi diri penyair. Realitas sosial budaya dalam masyarakat atau realitas yang terjadi dalam lingkungan penyair adalah ide yang tidak pernah selesai untuk dipotret menjadi sebuah karya sastra.
Citraan yang timbul oleh penglihatan disebut citra penglihatan (visual imagery), yang ditimbulkan oleh pendengaran disebut citra pendengaran (auditory imagery), dan sebagainya (Pradopo, 2010:81).
Sedangkan menurut Nurgiyantoro dalam buku Stilistika (2017:277), citraan terkait dengan pancaindra manusia, maka macam citraan juga ada lima buah. Kelima jenis indra manusia dan kelima jenis citraan itu adalah citraan penglihatan (visual), pen-dengaran (auditoris), gerak (kinestetik), rabaan (taktil termal), dan penciuman (olfaktori).
Dalam buku Pengkajian Puisi (Pradopo, 2010:81-87) menjelaskan jenisjenis imaji atau citraan. Citraan penglihatan adalah jenis yang paling sering dipergunakan oleh penyair dibandingkan dengan citraan yang lain. Citraan penglihatan memberi rangsangan kepada indera penglihatan, hingga sering hal-hal yang tak terlihat jadi seolah-olah terlihat. Citraan pendengaran juga merupakan citraan yang sering digunakan oleh penyair. Citraan itu dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian untuk mengalisis citraan dalam puisi” Aku Memilih Mengenangmu” karya Prili Latuconsina dalam buku 5 Detik dan Rasa Rindu. penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berfokus untuk menghasilkan data deskriptif. Data berupa kata atau kalimat yang tertulis apa yang dapat diamati dalam hal ini adalah puisi.
Sedangkan Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode deskriptif. Metode deskriptif berupaya menggambarkan sebuah fenomena atau gejala yang terjadi di dalam realitas faktual. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini dilakukan yakni: 1) didahului dengan proses pembacaan pada puisi. Pembacaan dilakukan secara berulang-ulang; 2) setelah proses pembacaan, kemudian diikuti dengan klasifikasi teks puisi yang mengandung citraan, dan; 3)proses pengelompokan teks puisi yang mengandung citraan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan klasifikasi dan pendalaman makna pada puisi yang dijadikan data penelitian, berikut ini diuraikan temuan penelitian yang ditemukan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap puisi Aku Memilih Mengenangmu karya Prili Latuconsina Temuan analisis yang dideskripsikan adalah yang berhubungan dengan; (1)citraan penglihatan; (2) citraan pendengaran; (3) citraan penciuman; (4) citraan rabaan, dan (5) citraan gerak.
AKU MEMILIH MENGENANGMU
Aku memilih mencintaimu dalam diam
karena di sana aku tidak menerima penolakan.
Aku memilih menyayangimu dalam kesendirian
karena kesendirian tidak mengharuskanku berjuang berulang kali.
Aku memilih angin yang menyampaikan rinduku
agar kamu bisa merasakan desaunya setiap hari.
Aku memilih menggenggammu di dalam mimpi
karena di mimpi tidak ada kata akhir.
ANALISIS CITRAAN PUISI
1.Citraan Penglihatan dan Pendengaran
Citra penglihatan yang ditemukan dalam penelitin ini, merupakan citra yang ditimbulkan dengan pemanfaatan pengalaman indra penglihatan. Pengalaman dari indra penglihatan
Dalam bait “ Karena disana aku tak menerima penolakan”. Penyair menggunakan kata penolakan, penolakan dari seseoraang bisa di lihat dan di dengar. Penolakan atas cinta seseorang biasanya menggunakan kata- kata tetapi mata dan mimik muka juga bisa menunjukan dengan jelas penolakan cinta kita dari seseorang
2.Citraan Pendengaran dan Gerak
Citraan dari indera pendengaran adalah citra yang ditimbulkan dengan menggunakan indra pendengaran. Pembaca puisi dapat menangkap suatu gambaran dengan menggunakan indra pendengaran kita.
Citraan gerak yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yang bergerak ataupun tidak bergerak tetapi dilukiskan dapat bergerak. Jenis citraan ini dapat berupa benda hidup atau mati. Dalam bait” Aku memilih mencintaimu dalam diam”. Penyair menggambarkan citraan pendengaran dengan kata diam, artinya tidak bersuara dan tidak melakukan apapun untuk menunjukan rasa cintanya.
3.Citraan Gerak
Citraan gerak yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yang bergerak ataupun tidak bergerak tetapi dilukiskan dapat bergerak. Jenis citraan ini dapat berupa benda hidup atau mati.
Dalam bait” Aku memilih menyayangimu dalam kesendirian”. Penyair menggambarkan seseorang yang memlilih menyayangi kekasihnya dalam kesendirian sehingga gerak gerik untuk menunjukan cintanya tidak di ketahui oang lain bahkan oleh orang yang di cintainya.
Berikutnya dalam bait “ Aku memilih menggenggammu dalam mimpi”, kata menggenggam merupakan citraan gerak yang menunjukan bahwa sang pencinta memegang erat rasanya bagaikan menggenggam benda ditangan.
4.Citraan Peraba
Citraan perabaan merupakan citraan yang dapat dirasakan oleh indera peraba manusia seperti kulit. Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, pembaca dapat menemukan diksi yang dapat dirasa oleh kulit manusia, misalnya rasa dingin, rasa panas, rasa lembut, rasa kasar, dan rasa lainnya
Dalam bait” aku memilih angin yang menyampaikan rinduku”. Penyair ingin menggambarkan angin yang diam- diam menyampaikan rindu, angin hanya bisa dirasakan oleh indra peraba.
5.Citraan Pendengaran
Citraan dari indera pendengaran adalah citra yang ditimbulkan dengan menggunakan indra pendengaran. Pembaca puisi dapat menangkap suatu gambaran dengan menggunakan indra pendengaran kita. Berikutnya dalam bait” agar kamu bisa merasakan desaunya setiap hari”. Penyair menggambarkan citraan pendengaran berupa kata desau yang artinya tiruan bunyi daun-daunan yang tertimpa air hujan. suara yang lembut bahkan hampir tak terdengar.
PENUTUP
Dari hasil analisis terhadap citraan dalam puisi, dapat disimpulkan bahwa citraan merupakan sesuatu yang berhubungan dengan indera untuk mengetahui berbagai gambaran yang terdapat di dalam puisi. Citraan dibentuk dari suatu pola kebahasaan yang diciptakan penyair dengan imajinasi agar puisinya menjadi indah dan dapat dinikmati oleh pembaca dengan indera nya.
Hasil analisis terhadap puisi Aku Memilih Mengenangmu, menemukan 5 (lima) bentuk citraan, yakni: (1) citraan penglihatan; (2) citraan pendengaran; (3) citraan penciuman; (4) citraan perabaan, dan; (5) citraan gerak, merupakan representasi dari sikap menutup diri seseorang terhadap orang yang dicintainya, perasaan cinta yang besar enggan di utarakan karena takut kecewa, sehingga memilih diam dan menggenggam erat agar tak diketahui semua orang bahkan rasa rindupun hanya berharap angin yang menyampaikan
Puisi karya Prili Latuconsina tidak terlalu rumit untuk di pahami isinya karena kata-kata dan penggunaan citraan dipilih dengan apik sehingga pembaca terutama remaja bisa menyelami isi puisi dengan mudah.
REFERENSI
Nurgiyantoro, Burhan. (2011). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM
Pradopo, Rakhmat Joko. (2010). Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan
Analisis Strutural dan Semiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Andri Wicaksono, 2019. Apresiasi Puisi Indonesia. Bandar Lampung: CV. Anugerah Utama Raharja
Pradopo, Rahmat Djoko. 2003. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Syahruuddin. 2009. Apresiasi Puisi, Makassar: CV. Permata Ilmu.
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga
atuconsina, prilly. (2017). 5 detik dan rasa rindu . Bandung. the panasdalam publishing.