Jumat, 01/12/2023, 23:24:23
Agroindustri Gula Kelapa Di Desa Langkap Kecamatan Bumiayu
Oleh: Wira Justitia Aziz
--None--

AGROINDUSTRI merupakan industri yang memanfaatkan bahan baku hasil pertanian untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Di Indonesia, sektor agroindustri memiliki potensi yang besar karena negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kondisi iklim yang mendukung.

Salah satu hasil pertanian yang dapat dipergunakan dalam industri pengolahan adalah dari tanaman kelapa,yaitu nira yang dihasilkan dari penyadapan mayang (bunga) tanaman kelapa.Nira tersebut dapat diolah menjadi gula kelapa yang dikenal dengan nama gula jawa.

Gula kelapa biasanya dijual dalam bentuk setengah mangkok atau setengah elip.Bentuk demikian ini dihasilkan dari cetakan yang digunakan berupa setengah tempurung kelapa (batok), ada juga yang menggunakan cetakan bambu, sehingga bentuknya bulat silindris. Gula kelapa masih banyak digunakan khususnya masyarakat jawa sebagai bumbu masak.

Indonesia sebagai negara beriklim tropis sangat cocok ditumbuhi pohon kelapa,karena kelapa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lingkungan yang bersuhu  kurang lebih 27°C dan mempunyai curah hujan 1300-2300 mm per tahun berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan produsen.

Salah satu sentra penghasil gula kelapa. Para pengrajin gula kelapa melakukan kegiatan produktif ini sebagai penghasilan pokok masyarakat Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.

Berdasarkan monografi Desa Langkap tahun 2011 diketahui bahwa sebesar 15,2 ha tanah pekarangan ditanami pohon kelapa, kepemilikan lahan yang cukup luas dan pohon kelapa yang masih berproduksi dengan baik.

Dalam satu hari satu orang pengrajin dapat mendapatkan bahan baku atau nira sebanyak 40 sampai 50 liter pada musim kemarau. Tetapi pada saat musim penghujan kualitasnya kurang baik karena nira tersebut sering tercampur air hujan dan terbuang sia-sia, biasanya hanya mendapatkan 30  liter nira. Pengambilan nira tersebut di lakukan 2 kali yaitu pagi dan sore hari.

Biaya yang di keluarkan cukup sedikit karena untuk membeli bahan bakar selama proses pemasakan dan mengganti alat alat yang rusak.Pada umumnya para pengrajin gula kelapa yang ada di Desa Langkap mendapatkan produksi yang cukup baik dengan rata-rata 215,12 kg selama satu bulan,karena dengan adanya kegiatan tersebut para pengrajin gula kelapa dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Diharapkan dengan adanya potensi tersebut maka masyarakat desa dapat meningkatkan hasil produksi gula kelapa yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita