Sabtu, 29/07/2023, 09:32:07
Penerapan Nilai Karakter Sikap Kepemimpinan Siaga Melalui Ekstrakurikuler Pramuka
Oleh: Shavira Putri Ayu Ningtyas & Viona Daisy Samara
--None--

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan nilai karakter sikap kepemimpinan pada anggota siaga (siswa-siswi Sekolah Dasar) dalam kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif kualitatif yakni melihat fenomena yang terjadi dilapangan untuk memperoleh data dan menguraikannya secara sistematik sehingga mudah untuk dipahami.

BELAKANGAN ini persoalan mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional sering diangkat dalam wacana publik. Wacana tersebut umumnya berisi kritik terhadap pendidikan yang selama ini lebih mengutamakan pengembangan kemampuan intelektual akademis dibandingkan aspek yang sangat fundamental, yaitu pengembangan karakter. Pengembangan karakter siswa di Sekolah Dasar bisa dilakukan dengan tiga cara.

Pertama, pendidikan karakter dilakukan secara terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. Kedua, pendidikan karakter juga diintegrasikan ke dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler. Ketiga, pendidikan karakter dilaksanakan melalui kegiatan pengelolaan semua urusan di sekolah yang melibatkan semua warga sekolah (Lysa, 2015).

Berdasarkan pada point kedua, menyebutkan bahwa pendidikan karakter dapat juga  dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul adalah kegiatan tambahan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang dilakukan baik di sekolah atau di luar sekolah dengan tujuan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan wawasan serta membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Kegiatan ekstrakulikuler pramuka menjadi salah satu cara untuk mengembangkan karakter sikap kepemimpinan. Sikap kepemimpinan adalah suatu proses yang dilakukan untuk memengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk bekerja secara bersama tanpa paksaan dalam mencapai tujuan dari suatu organisasi (Andang, 2014).

Melalui ekstrakurikuler Pramuka, pengembangan sikap kepemimpinan bagi para anggota siaga diterapkan dalam berbagai bentuk kegiatan yang menantang dan melibatkan kolaborasi dengan teman sebaya seperti kegiatan apel pembukaan dan penutupan, PBB (Peraturan Baris Berbaris), Pioneering, Kegiatan Jelajah Alam dan lain sebagainya. Umumnya golongan pramuka siaga merupakan anggota muda gerakan pramuka yang berusia 7 - 10 tahun (Usia SD).

Dalam kegiatan pramuka ini, para anggota Siaga diberikan kesempatan untuk berlatih dalam situasi nyata dan menghadapi tantangan yang menguji sikap kepemimpinan mereka. Selain mengembangkan sikap kepemimpinan, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kerja sama, keterampilan sosial, dan rasa tanggung jawab pada para anggota Siaga.

Dalam proses penerapannya, pembina menggunakan tahap proses transinternalisasi nilai. Tahap Transinternalisasi adalah suatu proses penanaman nilai melalui komunikasi verbal dan komunikasi kepribadian yang ditampilkan oleh pendidik melalui keteladanan, melalui pengkondisian serta melalui proses pembiasaan untuk berperilaku sesuai dengan nilai yang diharapkan.

Dengan memberikan materi, arahan, dan contoh terlebih dahulu kepada seluruh anggota siaga mengenai cara memimpin yang benar. Selanjutnya, seluruh anggota siaga diharapkan mengikutinya atau bisa disebut dengan belajar sambil melakukan (learning by doing). Cara yang dilakukan pembina tersebut, dalam melakukan proses penerapan nilai karakter sikap kepemimpinan sesuai dengan teori pendidikan progresivisme oleh (John dewey, 2012).

Beberapa cara lain yang dilakukan oleh pembina untuk meningkatkan nilai sikap kepemimpinan yaitu dengan cara memberi motivasi kepada peserta didik sehingga peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pramuka walaupun lelah dan mengantuk ataupun peserta didik yang ramai tetapi pembina harus bisa memotivasi agar peserta didik tepat mengerjakan tugas sesuai tanggung jawabnya.

Adapun faktor pendukung dalam penerapan nilai karakter sikap kepemimpinan melalui ekstrakulikuler pramuka dengan cara menggunakan metode dan media pembelajaran yang menarik maka peserta didik akan lebih aktif dan juga peserta didik dilatih untuk selalu menghargai perbedaan pendapat dengan cara mengerjakan tugas individu yang telah menjadi tanggung jawabnya.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita