Kamis, 01/06/2023, 20:01:27
Peringati Hari Lahir Pancasila, GMNI Bagikan Ratusan Coklat. Ini Tujuannya
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kader DPC GMNI Brebes membagikan coklat di Alun – alun Brebes dan jalan Pantura Kabupaten Brebes. Dalam pembagian coklat tak lupa di sisipi kertas ucapan dan ajakan untuk masyarakat untuk memahami dan memperingati hari kelahiran pancasila. (Foto : Ist)

PanturaNews (Brebes) - Ada banyak cara bagi kita untuk menyambut hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni (hari ini). Salah satunya seperti yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 1 Juni 2023.

Berbeda dengan biasanya yang hanya di peringati dengan upacara, DPC GMNI Brebes ini membagikan coklat kepada warga. Itu dilakukan sebagai bentuk untuk pengingat dan memaknai sejarah bagaimana lahirnya Pancasila sebagai Ideologi bangsa.

Ketua DCP GMNI Brebes, Faizal Ramadhan mengatakan, organisasinya sengaja membagiman coklat sebagai pengingat hari lahir pancasila, karena coklat tidak pernah jauh dari hal - hal romantis dan mudah diingat. 

"Maka dari itu memalui aksi kami hari ini, kami berharap masyarakat lebih bisa mengingat dan memaknai serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara" ujar Faizal. 

Kegiatan Pembagian coklat tersebut, lanjut Faizal, dilakukan kader DPC GMNI Brebes di area Alun – alun Brebes dan jalan Pantura Kabupaten Brebes. Dalam pembagian coklat tak lupa di sisipi kertas ucapan dan ajakan untuk masyarakat untuk memahami dan memperingati hari kelahiran pancasila.

“Kita sadar kelompok pemuda seperti kita dalam hal ini mahasiswa sangat jarang melakukan aksi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kita terlalu sibuk diwilayah kita sendiri. Ini merupakan upaya untuk membumikan nilai–nilai pancasila dan rasa nasionalisme yang tinggi,” ucap Faizal. 

Menurut Faizal, kegiatan tersebut sebagai refkelsi untuk organisasinya sekaligus mengajak kelompok mahasiswa lainya untuk lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Apalagii akan memasuki tahun politik, dimana yang sudah terjadi munculnya perbedaan pilihan yang mengakibatkan gesekan dan perpecahan di masyarakat. 

Untuk itu kelompok pemuda dalam hal ini mahsiswa harus hadir di tengah masyarakat sebagai fungsi edukasi dan pemahaman terhadap masyarakat. 

“Membahas perbedaan dan tolerans, juga seharusnya kita sudah selesai sejak Founding Father kita merumuskan Pancasila. Mengingat, Bung Karno Gandrung akan Persatuan, yang diwujudkan dalam upayanya mempersatukan tanah Indonesia," ungkapnya.

Bahkan jauh sebelum itu, katanya, Sumpah Pemuda merupakan gambaran bagaimana kita sebagai bangsa yang beraneka ragam bisa bersatu dan meghargai satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. 

'Dengan sejarah yang tidak sedikit para pendiri bangsa ini membahas mengenai toleransi dan perbedaan harusnya kita sadar bahwa Pemilu bukan sesuatu yang bisa mempecah belah bangsa ini,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita