Rabu, 31/05/2023, 17:50:23
Sosialisasi 4 Pilar: Dewi Aryani Tekankan Gotong Royong Kepada Para Penggiat Pertanian
-LAPORAN SL. GAHARU

Para penggiat pertanian diantaranya para ulu-ulu wilayah pantura Kabupaten Tegal mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di pendopo Rumah Aspirasi. (Foto: Dok/Tim DeAr)

… para petani agar menjadi petani bijak…

PanturaNews (Tegal) - Memupuk semangat gotong royong harus terus dilakukan di semua sektor kehidupan. Diantaranya semangat gotong royong bagi para penggiat pertanian.

Hal itu ditekankan Anggota MPR-DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi pada Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di pendopo Rumah Aspirasi di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu 31 Mei 2023.

“Gotong royong di sektor pertanian dimana peran para ulu-ulu sangat penting dalam pemenuhan pengairan pertanian,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

The Best Legislator ini juga mengingatkan, bahwa gotong royong agar menjadi jiwa dan semangat kebangsaan. Karena gotong royong menjadi intisari dari pelaksanaan lima sila yang tertuang dalam Pancasila sebagai dasar Negara.

Hadir dalam acara ini para penggiat pertanian diantaranya para ulu-ulu wilayah pantura Kabupaten Tegal, petani, para agen pupuk hingga tokoh masyarakat di bidang pertanian.

Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah XI yang meliputi Kota-Kabupaten Tegal dan Brebes ini, menjelaskan Pantura merupakan salah satu wilayah penghasil padi di Kabupaten Tegal, namun masalah pengairan menjadi faktor utama keberhasilan pertanian, mengingat air persawahan di pantura sangat terbatas.

“Diperlukan gotong royong semua pihak mulai dari pemerintah daerah, provinsi hingga pusat agar aspirasi sektor pertanian mendapatkan perhatian dan penanganan serius, sehingga produktivitasnya dapat di tingkatkan,” tutur Dewi Aryani.

Tak hanya soal pengairan, Dewi Aryani juga mengingatkan para petani agar menjadi petani bijak, dimana mereka harus memikirkan bagaimana caranya agar lahan pertanian kembali subur.

“Caranya yaitu dengan memperbanyak penggunaan pupuk organik atau hayati, agar kesuburan lahan kembali seperti semula, dimana saat ini lahan sudah makin kritis karena sudah terlalu lama menggunakan pupuk kimia,” tandas Dewi Aryani.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita