MATEMATIKA adalah suatu pelajaran yang Universal dan telah menjadi bagian penting Dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Seorang individu yang juga merupakan Bagian dari suatu masyarakat, sebaiknya Memiliki pengetahuan mengenai konsep Dasar matematika .
Seseorang yang Mempelajari matematika terbiasa untuk Berpikir secara sistematis, ilmiah, kritis, Dan menggunakan logika, sehingga dapat Memiliki daya kreativitas yang baik. Selain Itu, mempelajari matematika memudahkan Seseorang dalam memahami berbagai Informasi serta menyelesaikan masalah Yang disajikan dalam bahasa dan model Matematika.
James and James (1976). Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.
Johnson dan Rising (1972). Matematika adalah pola fikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
Reys, dkk (1984). Matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola fikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
Ruseffendi E. T (1988:23). Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil dimana dalil yang telah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
Kline (1973). Matematika itu bukan ilmu pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan ekonomi, sosial dan alam.
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Mereka sering kali merasakan kesulitan dalam mempelajari, memahami,mendeskripsikan hingga harus menghafal rumus-rumus matematika yang begitu banyak. Sehingga dengan demikian mereka akhirnya membenci matematika dan enggan belajar matematika.
Entah siapa yang memberikan kesan dan memulai bahwa mata pelajaran matematika itu sulit dan membosankan, sehingga melekat pada diri mereka bahkan menjadi pola pikir atau mendset yang melekat pada diri mereka. Sebenarnya mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang asyik dan menyenangkan, bahkan termasuk pelajaran yang akan terus berguna untuk kehidupan di masa depan.
Pembelajaran matematika mempunyai tujuan khusus di sekolah dasar agar perseta didik memiliki kemampuan diantaranya: (1) menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari, (2) menumbuhkan kemampuan peserta didik, yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika, (3) meningkatkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut di sekolah lanjutan menengah pertama, (4) membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan positif
Menurut Cornelus (dalam Abdurrahman 1999:253) mengatakan bahwa ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika, yaitu: (1) merupakan sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya
Susanto (2014:191) menjelaskan bahwa pembelajaran matematika perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Hal ini penting, sebab hasil-hasil penelitian masih menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika di sekolah dasar masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Pandangan siswa tentang mata pelajaran matematika sebagai pelajaran yang sulit dipahami masih banyak ditemui atau didapatkan, pandangan seperti ini yang mengakibatkan siswa menjadi pasif, enggan, takut atau malu mengungkapkan ide-ide maupun penyelesaian atas soal-soal latihan yang diberikan oleh guru. Tidak jarang siswa kurang dapat mempelajari matematika sebab matematika dianggap sulit.
Padahal sulit tidaknya pelajaran itu tergantung pada siswa sendiri, siap atau tidak mereka menerima pelajaran. Oleh sebab itu guru harus dapat meyakinkan siswa bahwa pelajaran matematika tidak sulit seperti yang mereka bayangkan. Karena dengan ketidaksenangan tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar matematika.
Hal ini bukan hanya karena kesalahan siswa tetapi mungkin disebabkan oleh berbagai hal seperti penggunaan strategi pembelajaran dari guru yang monoton. Penggunaan strategi pembelajaran yang monoton memungkinkan siswa akan mengantuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung karena membosankan.
Guru harus berupaya untuk mengatasi permasalahan atau kesulitan yang dialami siswa dan membuat siswa memahami materi yang dipelajarinya. Heruman (2007: 2) berpendapat bahwa dalam mengembangkan kreativitas dan kompetensi siswa, maka guru hendaknya dapat menyajikan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum dan pola pikir siswa. Dalam mengajarkan matematika, guru harus memahami bahwa kemampuan setiap siswa berbeda-beda, serta tidak harus semua siswa menyenangi mata pelajaran matematika.
Tips belajar efektif matematika agar tidak membosankan
Adapun tips belajar matematika yang efektif dan tidak membosankan antara lain: Belajar 50 menit istirahat 10 menit, Buat target belajar (berapa jauh belajarnya), Kasih reward dan punishment ke diri sendiri, menggunakan banyak media/sumber, Cari suasana belajar baru, Cari komunitas belajar , berdoa selalu sebelum belajar.