MENURUT Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) Pendidikan merupakan tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusiadan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau Latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Apakah tolak ukur seorang perempuan dilihat dari paras yang cantik saja? Jelas tidak, selain kecantikan tolak ukur seseorang perempuan juga dilihat dari pendidikannya yang berpengaruh dimasa yang akan datang. Banyak orang beranggapan bahwa Pendidikan itu tidak penting bagi seorang perempuan apalagi nantinya pasti hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Pemikiran seperti itu sudah mandarah daging di lingkungan sekitar.
Sungguh miris sekali dengan pemikiran-pemikiran seperti itu, mereka yang berpikiran seperti itu terlalu close minded. Apa salahnya jika seorang perempuan, seorang ibu menyandang Pendidikan apalagi ke jenjang yang lebih tinggi? Persepsi seperti itu tidak kita sadari bahwa peran didapurpun menuntut ilmu dan pengetahuan. Misalnya dalam menyiapkan makanan untuk anak, kita perlu mengetahui nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Lalu ada juga yang mengatakan bahwa anak yang cerdas lahir juga dari ibu yang cerdas. Perlu kita ketahui madrasah pertama bagi anak adalah seorang ibu, dididik dan dibesarkan oleh ibu yang cerdas dan berpendidikan sehingga bisa menjadi generasi yang bermanfaat dimasa depan.
Kesadaran terhadap pentingnya Pendidikan untuk seorang perempuan juga masih sangat rendah, bahkan dari perempn itu sendiri. Mereka masih terjebak pada zona nyaman yang membuat mereka gelap melihat dunia Pendidikan. Salahsatunya factor ekonomi, peristiwa yang kerap kali terjadi yaitu, menikahkan anak diusia dini dengan alasan menyelamatkan ekonomi. Masyarakat juga sudah menganggap ini hal tabu. Masalah seperti itulah yang menjadi buruknya kedudukan seorang perempuan dalam system masyarakat.
Pendidikan merupakan factor utama yang memungkinkan perempuan memiliki kemandirian yang kuat terutama kemandirian di bidang ekonomi keluarga. Namun tolak ukur bagi seorang perempuan bukan pada karir saja, melainkan membentuk pribaadi yang memiliki pola pikir kritis. Dengan cara berpikir kritis inilah seorang perempuan bisa melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, jadi mampu memutuskan ide atau pemikiran yang cukup matang.
Pendidikan bukan hanya untuk mencari pekerjaan yang lebih berkualitas, tetapi para perempuan juga masih mempunyai kewajiban untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi yang lebih berkualitas lagi. Dan dari situlah dapat kita nilai bagaimana hasil dari seorang perempuan yang telah menyelesaikan Pendidikannya.