Rabu, 25/01/2023, 14:25:18
Pentingnya Pendidikan Karakter Di Masa Depan Bagi Generasi Muda Indonesia
Oleh: Elsa Zakia Lestari
--None--

SAAT ini banyak sekali tindakan kriminal yang dapat dengan mudah kita jumpai melalui siaran televisi maupun yang dapat kita saksikan secara langsung. Seperti maraknya tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merajalela di perusahaan-perusahaan swasta maupun pemerintahan BUMN.

Contoh lainnya adalah adanya praktik kebohongan yang terjadi di dunia pendidikan. Mulai dari menyontek pada saat ujian, hingga melakukan plagiarisme. Jika sebagai peserta didik saja sudah terbiasa dengan hal tipu-menipu atau memanipulasi ujian, bagaimana jika ia telah lulus dan bekerja, bukankah hal tersebut akan melahirkan kembali para koruptor-koruptor baru, mungkin karena itulah para tikus-tikus berdasi seakan menjadi tiada matinya. Banyak generasi muda sekarang ini yang mendapat permasalahan sosial, seperti pecandu rokok, narkoba, tawuran, pencurian dan lainnya yang menyimpang dari norma yang ada di masyarakat dan hukum (Nunung Unayah dalam Sidiq, 2018).

Apa yang kita lihat dan dengar tersebut mengacu kepada satu hal, yaitu kurangnya pendidikan karakter. Oleh sebab itu, pendidikan karakter merupakan faktor yang sangat penting untuk pembentukan moral bagi generasi muda indonesia di masa depan.

Dengan berbagai permasalahan atau peristiwa di atas dapat dilihat bagaimana krisisnya nilai karakter yang terjadi pada generasi muda indonesia. Hal tersebut menggambarkan hakikat jiwa dan kepribadian yang dimiliki generasi muda saat ini yang sangat melenceng jauh dari tujuan pendidikan. Maka, apa yang harus dilakukan untuk mencapai pendidikan yang ideal?

Pendidikan pada dasarnya adalah pembentukan karakter, dan karakter merupakan aset yang memungkinkan warga negara dapat hidup nyaman dan sejahtera. Sebuah bangsa dapat bertahan selama memiliki karakter baik, dan lenyap ketika kehilangan karakter tersebut. Oleh karena itu, sepatutnya kita tahu betapa pentingnnya pendidikan karakter bagi generasi muda indonesia.

Pendidikan karakter pada hakekatnya ialah upaya dalam mewujudkan pendidikan untuk dapat membentuk seorang individu memiliki sikap dan perilaku yang bermoral. Sejalan dengan pendapat Salahudin dan Alkrienciechie (dalam Kusumawardani, 2018) pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan moral atau budi pekerti untuk mengembangakan kemampuan seseorang untuk berperilaku yang baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Oleh sebab itu pendidikan karakter sangat penting dilakukan sejak dini. Pendidikan karakter harus terus dibina dan dikembangkan, baik melalui pendidikan formal maupun non formal untuk generasi muda di masa yang akan datang.

Generasi muda adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang unggul. Hal ini sangat penting karena di masa mendatang generasi muda akan menjadi kekuatan ujung tombak dalam pembangunan negara yang kinerjanya diharapkan dapat menjadi teladan baik sikap maupun perilakunya. Mereka tidak hanya harus cerdas dan kompeten secara intelektual, tetapi juga harus cerdas secara moralnya juga.

Pendidikan karakter merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas manusia dan solusi dari masalah kerusakan moral, karakter menentukan setiap arah dalam pengambilan keputusan dan perilaku, serta menentukan kualitas moral generasi muda. Oleh karena itu, karakter yang dibangun harus dilandasi oleh akhlak yang kokoh sehingga dapat menjadi ujung tombak perbaikan karakter yang benar-benar dilaksanakan dalam setiap kehidupan sehingga Indonesia dapat membentuk generasi yang unggul.

Pendidikan karakter harus ditanamkan dan dilaksanakan sejak dini pada generasi muda dengan memberi dan memperkuatnya secara berulang-ulang, sebagaimana kepribadian berkembang melalui proses pengetahuan yang berkesinambungan. Karakter yang diharapkan dalam mendidik generasi muda Indonesia adalah memiliki pemikiran dan perilaku yang berlandaskan moral yang kuat, kecerdasan yang tinggi dan sikap kompetitif agar muncul generasi muda yang unggul di masa depan.

Pendidikan karakter bukan hanya diberikan kepada generasi muda saja, namun untuk seluruh warga negara Indonesia demi tercapainya karakter bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Selain generasi muda peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter sangat diharapkan. Pendidikan karakter dapat dengan mudah diterapkan pada generasi muda contohnya seseorang membuang sampah pada tempatnya, tidak mencontek atau melakukan hal negatif lainnya

Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini, karena nantinya agar muncul generasi muda yang unggul di masa depan. Pendidikan karakter bisa berasal dari keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat, karena keluarga adalah tempat utama dalam membentuk karakter yang baik. Kemudian dalam sekolah yaitu adanya peran guru untuk mentransfer ilmu dan menjadi teladan yang baik bagi siswanya.

Nilai-nilai karakter yang perlu dibina pada siswa yaitu religius, kejujuran, kedisiplinan, kerjakeras, kreatif, komunikatif, peduli lingkungan, tanggungjawab, rasa ingin tahu dan kerja sama. Sedangkan masyarakat memiliki peran untuk memotivasi generasi muda untuk diarahkan dan dibimbing agar menjadi manusia unggul yang mempunyai pemikiran cemerlang untuk perubahan bangsa Indonesia di masa depan.

Hal ini akan membantu menanamkan nilai-nilai karakter pada setiap generasi muda di Indonesia agar berkembang menjadi individu yang tangguh dalam hal sikap, pengetahuan, kreativitas serta memiliki karakter yang kuat dan beradab. Dengan demikian, tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter bagi generasi muda indonesia di masa depan akan tercapai.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita