Rabu, 25/01/2023, 14:18:45
Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik
Oleh: Alda Misqola Habah
--None--

PENDIDIKAN karakter memiliki kedudukan penting dalam proses penanaman karakter anak dan memiliki tujuan menanamkan nilai atau pesan moral.  Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi aspek penting yang menunjang perkembangan anak yang harus dilakukan sejak usia dini, yaitu sejak masa kanak-kanak.

Hal ini karena saat memasuki usia emas, anak sudah mulai terjadi pembentukan karakter pada individu anak. Sehingga diharapkan anak-anak bisa tumbuh menjadi individu yang mandiri dan percaya diri.

Kata character berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti to engrave (melukis, menggambar). Seperti orang yang melukis di kertas, karakter yang baik berkaitan dengan mengetahui yang baik, mencintai yang baik, dan melakukan yang baik. Aristoteles menyebutkan dengan kebijakan praktis yang berarti mengetahui keadaan yang diperlukan.

Misalnya, siswa dapat merencanakan kegiatan. Contoh lain, mereka mengerjakan pekerjaan rumah mereka tanpa disuruh. Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai usaha yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, pendidikan karakter sebagai langkah awal untuk mempengaruhi karakter yang baik.

(Ickona: 1991) menyatakan, bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

Konsep pendidikan karakter sebagaimana yang dikutip oleh Nur Rosyid, dkk. (2013: 134-135) yakni berdasarkan hasil Sarasehan Nasional Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang dilaksanakan di Jakarta padatanggal 14 Januari 2010 telah dicapai Kesepakatan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa antara lain sebagai berikut:

-1. Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari pendidikan nasional secara utuh.

-2. Pendidikan budaya dan karakter bangsa harus dikembangkan secara komprehensif sebagai proses pembudayaan.

-3. Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, sekolah, dan orang tua.

-4. Dalam upaya merevitalisasi pendidikan budaya dan karakter bangsa diperlukan gerakan nasional guna menggugah semangat kebersamaan dalam pelaksanaan di lapangan.

Walaupun pendidikan karakter itu penting. Masih ada permasalahan untuk menerapkan pendidikan karakter baik dari sekolah maupun individu masing-masing. Dari sekolah pertama, padatnya kurikulum sehingga guru memberikan materi terlalu banyak.

Kedua, guru lebih menitikberatkan pada banyaknya hapalan materi, sehingga siswa mendapatkan nilai tinggi tanpa melihat sebiasaan dan perilaku sehari-hari. Ketiga, guru masih menganggap bahwa mengajar hanya sebuah profesi dan tuntutan pekerjaan, padahal mengajar merupakan panggilan jiwa.

Selain dari sekolah, ada juga dari individu masing masing. Pertama, terlenanya dengan kemajuan teknologi, sering kali fokus pada gedget dibanding keadaan lingkungan sekitar. Kedua, pengaruh lingkungan, jika kita tidak bisa mengontrolnya maka maka jika berada di lingkungan kurang baik maka kita akan terbawa. Ketiga, rendahnya kedisiplinan, contohnya masih banyak siswa yang masih sering telat masuk sekolah.

Jika tantangan di atas masih dibiarkan makan pendidikan karakter siswa akan selalu rendah dan berdampak negatif pada siswa. Kenakalan remaja akan semakin merajalela. Seperti tawuran antar sekolah meraka menganggap bahwa sekolah lain adalah saingan mereka, ada permasalahan sepele malah diperbesar dengan tawuran. Sama seperti bully rasa kekeluargaan masih kurang sehingga mereka menganggap orang yang dibawah mereka patut untuk di bully.

Siswa yang diharapkan bisa menjadi pemersatu bangsa untuk Indonesia ke depan malah akan menjadi alasan perpecahan karena kurangnya pendidikan karakter. Ini lah mengapa pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk siswa agar bisa menanamkan rasa peduli, kekeluargaan, dan cinta damai, serta diharapkan menjadi penerus bangsa yang berkualitas.

Adapun strategi pelaksanaan pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah maupun lingkungan sekitar dapat dilakukan melaui 4 cara yaitu: (1) Pembelajaran, ketika di sekolah yang menerapkan dan melaksanakan karakter tertentu, maka yang menanamkan dan memberi contoh yaitu guru melalui pembelajaran langsung.

(2) Keteladanan, nilai-nilai karakter yang baik ini dilakukan secara teratur oleh semua warga sekolah, baik guru, kepala sekolah, petugas keamanan, dan petugas kebersihan. Mereka harus memberi teladan yang baik untuk dicontoh oleh siswa. (3) Penguatan, penguatan bisa dilakukan melibatkan keluarga dan masyarakat.

(4) Pembiasaan, pembiasaan dapat dilakukan di sekolah dengan berbagai cara seperti disiplin, etika berpakaian, pergaulan, perlakuan siswa terhadap guru, pimpinan, dan karyawan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita