DI zaman globalisasi sekarang ini budaya sopan santun dan rasa empati terhadap sesama menurun.. Dalam survei Digital Civility Index (DCI) untuk mengukur tingkat kesopanan digital global, Indonesia menduduki peringkat paling bawah di kawasan Asia Tenggara.
Dari total 32 negara yang disurvei pun Indonesia menduduki peringkat bawah yakni urutan ke-29. Anak-anak zaman sekarang sudah jarang menerapkan sopan santun, misalnya ketika melawati orang yang lebih tua tidak membungkukan badan, kemudian tak jarang dari mereka lupa untuk mengucapkan kata tolong ketika ingin meminta bantuan.
Budaya sopan santun harus dilestarikan agar tidak punah, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melestarikannya adalah, dengan cara memberikan pendidikan karakter sejak dini pada anak-anak.
Menurut Thomas Lickona dalam bukunya yang berjudul Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility, pendidikan karakter adalah upaya secara sadar seseorang untuk mendidik orang lain dengan menginternalisasi nilai-nilai karakter sebagai elemen pencerahan bagi mereka.
Fungsi Pendidikan karakter menurut Kemendiknas adalah (1) membangun kehidupan kebangsaan yang multikultural; (2) membangun peradaban bangsa yang cerdas, berbudaya luhur, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan ummat manusia; mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik serta keteladanan baik; (3) membangun sikap warganegara yang cinta damai, kreatif, mandiri, dan mampu hidup berdampingan dengan bangsa lain dalam suatu harmoni.
Kurangnya pendidikan karakter menimbukan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat termasuk pada anak-anak. Kemampuan kognitif tanpa pendidikan karakter yang kuat akan menghasilkan pribadi yang mudah dihasut sehingga akan menghambat kemajuan bangsa Indonesia, serta kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Selain itu tanpa pendidikan karakter yang kuat akan menimbulkan sifat intoleran. Maka dari itu pendidikan karakter sangat penting diberikan pada anak sejak usia dini sebagai sarana pembentukan perilaku dan berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya.
Nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diterapkan pada anak sejak usia dini yaitu, nilai agama, nilai kejujuran, nilai toleransi, nilai dispilin, kerja keras, kreatif, kemerdekan, demokrasi, rasa ingin tahu, serta semangkat kebangsaan. Menurut Thomas Lickona, ada beberapa alasan mengapa pendidikan karakter harus diberikan saat usia dini, diantaranya, merupakan cara paling baik untuk memastikan anak memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya, membantu meningkatkan prestasi akademik anak, dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk. Selain itu pendidikan karakter bisa mendorong anak untuk tumbuh dengan percaya diri, dan diharapkan anak-anak bisa mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan tanpa mengabaikan nilai-nilai positif dan kebaikan.
Penerapan pendidikan karakter dapat dilakukan secara formal dan nonformal, secara formal dilakukan di sekolah dan secara nonformal dilakukan di rumah. Penerapan pendidikan karakter secara formal di sekolah dapat dilakukan dengan cara (1) menjadikan pendidikan karakter sebagai mata pelajaran.
Dengan penguatan penguatan mata pelajaran agama, pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, ilmu alamiah dasar, dan ilmu sosial budaya dasar. (2) Menyatukan nilai-nilai dan karakter-karakter yang akan dibentuk pada setiap mata pelajaran. (3) Melalui kegiatan ekstrakulikuler dimana kegiatanya berorientasi pada pembinaan karakter siswa.
Misalnya ekstrakulikuler pramuka, dalam ekstrakulikuler pramuka siswa diajarkan untuk menjadi pribadi yang mandiri, memiliki empati yang tinggi terhadap sesama, serta memiliki solidaritas yang tinggi.
Penerapan pendidikan karakter secara nonformal di rumah dapat dilakukan oleh orang tua tanpa harus mempunyai gelar khusus, sekolah, atau training khusus. Ada beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua untuk melasanakan pendidikan karakter bagi anak yaitu:
(1) keteladanan, orang tua dapat memberikan contoh pada anak bertingkah laku dengan sopan santun sehingga dapat langsung ditiru dan diterapkan oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.
(2) Pembiasaan, pembiasaan sesuai nilai karakter yang dapat diajarkan kepada anak seperti membiasakan mengucapkan salam saat memasuki rumah, membersihkan hidup bersih, membiasakan hidup disiplin, dan lain sebagainya.
(3) Pemberian nasihat dan hukuman, nasihat dan hukuman berperan untuk memberi gambaran pada anak tentang segala sikap dan perilaku yang kita terapkan serta akibat dari penerapan sikap dan perilaku tersebut.