Selasa, 17/01/2023, 00:25:06
Upaya Meningkatkan Kualitas Mutu Pendidikan Masa Depan di Indonesia
Oleh: Nisatu Khoeru Nadia
--None--

PENDIDIKAN adalah suatu kebutuhan penting di kehidupam manusia. Pendidikan dalam suatu negara memiliki peran penting untuk pembangunan bangsa. Pada zaman ini, pendidikan dijadikan modal yang harus dimiliki dalam menghadapi tuntutan zaman, pendidikan yang berkualitas mampu meningkatkan peluang untuk membuat bangsa ini mampu sejajar dengan berbagai negara maju.

Namun, dalam kenyataanya kualitas pendidikan yang ada di negara Indonesia ini belum cukup baik dibandingkan dengan negara lain. Menurut UU No. 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Jika dilihat dari undang-undang tersebut dapat disimpulkan manfaat dari Pendidikan adalah usaha untuk mewujudkan potensi dalam diri peserta didik yang dapat membentuk diri menjadi lebih baik lagi, memiliki kekuatan spiritual, berakhlak mulia, cerdas, dan terampil untuk membekali dirinya di masa depan.

Dalam hal ini kualitas mutu Pendidikan berfungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu. Pada saat ini kualitas mutu Pendidikan di Indonesia perlu dipertanyakan, mengapa demikian? Karena dilihat dari sekolah-sekolah kualitas mutu pendidikan di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain.

Hal ini disebabkan oleh beberapa factor seperti: rendahnya sarana dan prasarana sekolah, rendahnya kualitas guru dan prestasi siswanya, rendahnya kualitas belajar, dan rendahnya strategi metode yang dipakai. Rendahnya tingkat kualitas mutu pendidikan ini merupakan permasalahan yang sampai sekarang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia sendiri.

Hal ini dikarenakan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak bangsa, terlebih lagi kurangnya peran serta pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan menjadi penghambat kualitas pendidikan di Indonesia. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Mutu bangsa bergantung pada pendidikan yang mampu menjunjung nilai-nilai dan memiliki kemampuan membentuk watak, manusia yang beriman dan mengembangkan potensi dalam dirinya.

Menurut Soedijarto (1991: 56) bahwa rendahnya mutu atau kualitas pendidikan di samping disebabkan oleh karena pemberian peranan yang kurang proporsional terhadap sekolah, kurang memadainya perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan sistem kurikulum, dan penggunaan prestasi hasil belajar secara kognitif sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pendidikan, juga disebabkan karena sistem evaluasi tidak secara berencana didudukkan sebagai alat pendidikan dan bagian terpadu dari system kurikulum.

Oleh karena itu, sekolah sebagai peranan yang penting dalam peningkatan kualitas mutu Pendidikan harus memberikan pelayanan yang proposional, penggunaan kurikulum sesuai standar dan baik dalam memajukan pendidikan yang berkualitas di masa depan.

Dilihat dari permasalahan rendahnya kualitas mutu Pendidikan di Indonesia. Lalu, bagaimana implementasi dalam mewujudkan peningkatan kualitas mutu  Pendidikan tersebut? Peran guru sangat penting dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang bermutu karena pada hakikatnya guru berperan sebagai pembimbing dan mengarahkan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas.

Dan menjadikan peserta didik menjadi manusia yang seutuhnya melalui keteladanan-keteladanan yang dapat dan baik dicontoh, sehingga proses prembelajaran yang berkualitas akan berdampak juga pada peningkatan kualitas mutu Pendidikan. Dalam mewujudkan peningkatan kualitas mutu ada beberapa implementasi yang dapat diterapkan sebagai berikut:

-1). Peningkatan kualitas guru, guru memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut: mengikuti penataran, mengikuti pelatihan-pelatihan pendidikan, memperbanyak membaca, mengadakan kunjungan ke sekolah lain, mengadakan hubungan dengan wali siswa.

-2). Peningkatan materi, peningkatan materi sangat penting karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum.

Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.

-3). Peningkatan dalam metode disini adalah bagaimana cara penerapan atau penggunaan yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar.

Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton. Contohnya menggunakan metode ceramah yang diselingi metode tanya jawab untuk melatih konsentrasi peserta didik dalam proses pembelajaran.

-4). Peningkatan sarana dan prasarana: Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Semua sarana sekolah meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah (school building), ruangan meja, kursi, alat peraga, dan lain-lainnya.

Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langung menunjang jalannya proses belajar mngajar atau pendidikan di sekolah, sebagai contoh: jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tata tertib sekolah dan semuanya yang berkenaan dengan sekolah.

-5). Peningkatan kualitas belajar: Dalam setiap proses belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar seperti yang diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas belajar bisa dilakukan melalui memberi rangsangan minat belajar kepada peserta didik ini dapat membuat rasa suka dan cinta peserta didik terhadap materi yang sedang di pelajari atau terhadap bidang studi yang sedang ditekuni.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita