SMARTPHONE, bukan hal yang asing lagi bagi anak anak zaman sekarang. Banyak bahkan orang tua membelikan smartphone untuk anaknya padahal masih anak anak dan belum cukup umur.
Para orang tua membelikan smartphone untuk anaknya dengan alasan agar anaknya anteng, padahal hal itu sangat berpengaruh terhadap anak anaknya. Anak-anak khususnya sekolah dasar merupakan umur yang sangat bagus untuk membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan anak baik spiritual maupun kognitif.
Smartphone adalah telepon genggam atau telepon seluler pintar yang dilengkapi dengan fitur yang mutakhir dan berkemampuan tinggi layaknya sebuah komputer. Smartphone dapat juga diartikan sebagai sebuah telephone genggam yang bekerja dengan menggunakan perangkat lunak sistem operasi (OS) yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi.
Ada juga yang mendefinisikan smartphone sebagai sebuah telephone genggam pintar yang memiliki fitur canggih seperti Email, Internet, pembaca ebook, dan lainnya. Singkatnya, smartphone merupakan komputer kecil yang memiliki kemampuan sebuah telephone.
Dampak Negatif Smartphone: Bagi anak anak smartphone memilik banyak dampak negatif, diantaranya :
-1. Berpotensi menyebabkan gangguan perilaku: Bahaya HP untuk anak berpotensi menyebabkan gangguan perilaku. Sebuah studi di Jepang yang melibatkan 1.642 anak kelas 1 SD mencoba menemukan hubungan antara penggunaan teknologi smartphone dan perkembangan perilaku anak.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan smartphone secara rutin dan sering, memiliki kaitan dengan masalah-masalah perilaku pada masa kecil. Penggunaan smartphone yang tidak dibatasi juga membuat anak-anak rentan terhadap pornografi yang juga berpotensi menyebabkan gangguan perilaku pada anak
-2. Berpotensi menyebabkan kecanduan smartphone: Dilansir dari Anadolu Agency (AA), banyak anak-anak Indonesia yang menderita gangguan mental akibat kecanduan smartphone. AA juga melaporkan bahwa kecanduan smartphone dialami oleh sekitar 25 persen pasien dari poli kedokteran anak pada salah satu rumah sakit di Bogor, Jawa Barat, pada tahun 2019 silam. Sebagai orangtua, Anda perlu mengantisipasi pengaruh smartphone terhadap anak ini.
-3. Berpotensi mengalami cyberbullying: Berbicara soal bahaya smartphone, banyak orang yang sering melupakan media sosial. Padahal di sinilah segala macam marabahaya mengintai anak-anak, mulai dari ancaman pedofilia hingga cyberbullying. Semua ini dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan mental anak Anda.
Oleh karena itu, Anda harus menjelaskan dampak negatif smartphone bagi anak ini supaya mereka bisa menghindarinya. Anda juga bisa menyalakan fitur parental control untuk memantau penggunaan smartphone pada anak.
-4. Memicu Masalah Penglihatan: Melihat layar smartphone terlalu lama mengakibatkan mata menjadi mudah tegang, sehingga penglihatan lebih mudah menjadi buram atau berbayang. Bahkan, anak yang terlalu sering bermain game di komputer lebih rentan mengalami masalah penglihatan seiring dengan pertumbuhan mereka.
-5. Kurang Interaksi Sosial: Waspada, dampak negatif smartphone untuk anak bisa membuat mereka menjadi antisosial. Ini karena anak menjadi kurang komunikasi dengan teman sebaya mereka, bahkan orangtua sendiri. Bukan tidak mungkin, anak bisa menjadi antisosial karena merasa tidak nyaman saat berkomunikasi dengan orang lain.
Itulah beberapa dampak negatif interaksi smartphone berlebihan pada anak yang perlu ibu waspadai. Jika ibu membutuhkan bantuan untuk membantu anak terlepas dari ketergantungan smartphone, segera bawa anak berobat ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain memiliki dampak negatif smartphone juga memiliki dampak positif bagi anak diantaranya sebagai berikut.
Dampak Positif smartphone: -1. Mampu merangsang kemampuan anak untuk berpikir kreatif.
Perlu diketahui bahwa penggunaan gadget terhadap anak-anak bisa memberikan sisi yang positif bila digunakan dengan baik. Merangsang daya kreativitas anak bisa menjadi salah satu dampak positif dari gadget apalagi jika diimbangi dengan sebuah karya.
Semakin berkembangnya teknologi terdapat beberapa aplikasi yang dapat melatih keseimbangan antara otak kiri dan kanan anak, sehingga semakin terasah dengan baik. Penggunaan gadget yang tepat bisa membantu anak berkarya sebagai seorang konten kreator.
-2. Melatih cara berpikir anak menjadi lebih kritis: Perkembangan teknologi dari hari ke hari dapat membantu anak-anak meningkatkan kemampuan kognitifnya bahkan bisa lebih signifikan. Perlu Mama ketahui bahwa kemampuan kognitif ini dapat membantu dirinya sendiri meningkatkan keterampilan cara berpikirnya di masa mendatang, termasuk memecahkan sebuah masalah.
Kognitif yang baik juga dapat meningkatkan kemampuan anak dalam membuat sebuah strategi seperti perencanaan ketika ingin memberikan solusi. Selain itu, smartphon bisa memberikan sisi lain yang positif seperti banyak media interaktif, video game atau aplikasi edukatif lainnya. Tanpa disadari ini dapat membantu anak mama merangsang kemampuan berpikirnya apalagi saat dirinya tidak mengerti, maka ia akan lebih kritis untuk bertanya.
-3. Membantu anak dalam merangsang kemampuan motoric: Orangtua seringkali merasa khawatir bahwa anak-anak yang keseringan bermain smartphone akan berdampak buruk. Semua ini memang bisa terjadi bila orangtua dan anak pun tidak bisa mengontrol penggunaan smartphone secara tepat.
Maka dari itu, untuk meminimalisir segala dampak duruk memang sebaiknya dibatasi penggunaannya. Namun, diberikan waktu tersendiri untuk anak bisa mengaksesnya seperti akhir pekan ini agar ia pun bisa belajar mengenai sisi positif dari smartphone.
American Academy of Pediatric (AAP) mengungkapkan bahwa kehadiran smartphone juga bisa mendukung tumbuh kembang anak ke arah yang positif asalkan tetap perlu pendampingan dari orangtua.Kemampuan motorik anak juga bisa meningkat karena berkaitan dengan gerakan otot-otot tubuh ketika menggunakan smartphone.
Bahkan koordinasi mata dan gerakan jari-jari tangan bisa semakin terlatih saat bermain sebuah aplikasi tertentu. Secara tidak langsung kemampuan motorik anak di masa pertumbuhannya akan semakin meningkat.
-4. Menambah Pengetahuan Anak: Dilansir dari penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Negeri Medan, penggunaan smarrphone juga dapat meningkatkan pengetahuan anak.
Saat menggunakan smartphone anak-anak dapat meningkatkan pengetahuannya tentang banyak hal. Anak bisa belajar mengenal banyak gambar, tulisan, warna, suara, hingga bahasa asing yang dikeluarkan dari smartphone.
-5. Belajar menanggapi teknologi:
Dengan zaman sekarang yang sudah canggih, kita tidak dapat membatasi keingintahuan si Kecil tentang smartphone, tapi kita sebagai orang tua harus terus mengawasi dan mendampingi si Kecil saat bermain smartphone. Moms bisa memberikan informasi kepada si Kecil cara menggunakan gadget dan hal apa saja yang dapat merusak gsmartphone..
Begitu banyak dampak negatif dan positif pengaruh smartphone pada anak khususnya sekolah dasar hal itu juga harus diimbangi dengan pengawasan dari orang tua.Orang tua adalah keluarga inti dan yang paling dekat dengan anak. Orang tua harus berperan aktif dalam upaya melindungi sang anak. Jaman dulu orang tua hanya melindungi sang anak dari hal-hal yang dikira menggangu mereka.
Tapi mulai sekarang orang tua bertambah lagi tugas yang disebabkan oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Pada era perkembangan teknologi masa kini orang tua suka direpotkan dengan hal tersebut salah satunya mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi masa kini. Terdapat anak-anak yang menggunakan teknologi tersebut dengan hal-hal positif dan ada juga anak-anak yang menggunakannya untuk hal negative.
Disinilah peran orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi tersebut. Hampir semua masyarakat memiliki smartphone, berapapun itu umurnya. Disinilah orang tua harus pintar-pintar untuk mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan smartphone. Untuk membantu masalah tersebut kami memiliki beberapa tips yang bisa diterapkan yaitu:
Tips Mengawasi Anak
-1. Dampingi Sang Anak. Orang tua harus senantiasa mendampingi anak-anak mereka saat mereka menggunakan smartphone.
-2. Membatasi Waktu Bermain. Orang tua harus memberikan waktu kapan anak boleh bermain dan kapan anak harus berhenti bermain smartphone
-3. Parental Control. Dalam hal ini orang tua berusaha membatasi akses sang anak untuk menggunakan smartphone tersebut, seperti membatasi situs-situs yang boleh dibuka dll. Aplikasi ini terdapat di internet dan dapat di download secara gratis.
Orang tua memiliki peranan penting dalam memajukan dan menjaga generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu orang tua harus lebih aktif dalam mengupayakan pengawasan terhadap sang anak.