Kamis, 22/12/2022, 15:20:27
Perkembangan Perekonomian Desa Melalui Sinergitas BUMDes dan Pelaku UMKM
Oleh: Umi Chabbatus Zahro
--None--

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan badan usaha yang seluruh, atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa.

Yakni kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Sedangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menurut MenKo UKM, merupakan usaha kecil termasuk usaha mikro merupakan suatu badan usaha milik warga negara Indonesia.

Usaha yang dilakukan baik perseorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan sebanyak-banyaknya Rp. 200 Juta, atau mempunyai hasil penjualan rata-rata per tahun Rp 1 Milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri.

Perkembangan BUMDesa harus didorong dengan menggunakan konsep atau pendekatan ekonomi kreatif, berarti mampu menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang unik, thinking out of the box, invention dan innovation.

-2. Ekonomi kreatif merupakan era baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

-3. Dengan Ekonomi kreatif, akan menciptakan nilai tambah secara ekonomi dan nilai tambah sosial dan budaya.

BUMDes dan UMKM dalam suatu desa dapat memberikan perkembangan yang pesat dalam suatu desa. Pentingya keterbukaan wawasana dari masyarakat di suatu desa terhadap BUMDes dan UMKM akan memberikan impact yang posisitif dalam suatu desa.

Untuk itu perlu adanya keterbukaan wawasan kepada masyarakat terkait dengan hal tersebut. Hal ini dilakukan oleh dosen dari Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diadakan secara kerjasama antara mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Peradaban dan Pemerintah Desa Langkap ini dilaksanakan pada hari Ahad, 18 Desember 2022 lalu.

Kegiatan dimulai dari Sunmor para pelaku UMKM Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes hingga ditutup dengan kegiatan Seminar BUMDes dengan tema Sinergitas BUMDes dan pelaku UMKM dalam perkembangan perekonomian Desa.

Seminar diisi oleh Dosen Universitas Peradaban, ibu Qori Albanin dan ibu Umi Chabibatus Zahro. Kegiatan ini merupakan kegiatan Kerjasama dalam tri dharma perguruan tinggi dari segi pengabdian kepada masyarakat.

Umi selaku praktisi pendamping halal mandiri di Universitas Peradaban, menyampaikan dalam seminarnya terkait dengan pentingnya peningkatan kualitas UMKM diantaranya adalah kualitas desain dari kemasan produk, memperluas pemasaran di akun media social.

Mengidentifikasi kebutuhan serta keinginan konsumen, mengelola permintaan konsumen dengan baik, meningkatkan nilai dari produk seperti pengajuan self declare ke BPJPH, dan kreatifitas terhadap produk yang sudah ada.

Qori Albanin menyampaikan dalam seminarnya bahwa pengembangan potensi usaha ekonomi bisa dari jenis usaha bisnis sederhana seperti air mimum desa, usaha listrik dea, lumbung pangan dan sumber daya local dan teknologi tepat guna lainnya.

Jenis usaha penyewaan barang seperti alat transportasi, Gedung Pertemuan, tanah milik BUMDes dan lainnya. Diantara jenis usaha lainnya, adalah usaha perantara, bisnis keuangan dan Usaha Bersama.

Kepala Desa Langkap, Bapak Mustolih sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa FEB dan berlangsung lancar. Harapan yang diingatkan oleh penyelanggara, adalah kegiatan seminar dapat menambah wawasan bagi anggota BUMDes dan pelaku UMKM yang ada di Desa Langkap.

Kegiatan ini semoga berlanjut sampai kegiatan pendampingan, pengajuan produk halal mandiri ke BPJPH MUI.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita