Selasa, 01/11/2022, 22:50:06
Dendam
Oleh: Warismanto
--None--

JAWABAN yang bagus adalah sebuah pertanyaan.

Carilah pertanyaan semisal, apa cinta harus dibalas? Dan jawabnya: apa cinta itu dendam?

Sebab cinta tak butuh balasan, bacalah Kahlil Gibran, benci adalah cinta yang disakiti, maka itu, benci pun adalah cinta, bukan lawan dari cinta, bahasa pun rubuh sendirinya ketika ia ingin menjelaskan apa itu cinta.

Cinta pun tak mungkin bisa dibalas, cara ibu mencintai anaknya semisal menyusuinya, anaknya tak mungkin membalasnya dengan menyusui ibunya, tidak mungkin, caranya berbeda, maka seperti ini cinta tak mungkin bisa dibalas. 

Pertama, balasan seperti apa cinta itu? Tak sepadan balasannya, maka cinta berdiri sendiri di kakinya, jika memang ia punya kaki. Maka bergembiralah sekalian yang cintanya bertepuk sebelah tangan, jangan sebaliknya.

Cinta juga tak ada hubungannya dengan pernikahan, apalagi pacaran, yang terakhir saya sebut ini bahkan belum saya temukan apa yang dimaksud pacaran, sebab kata ini tak menjelaskan sedikitpun, menyitir salah satu perkataan, pacaran kok disuruh-suruh, itu pacaran atau dipenjara?

Pernikahan lebih jelas timbang pacaran, ada wali, saksi, kartu nikah, mahar, dan lain-lain, pernikahan sudah masuk ranah saling tanggung jawab, kan?

Pacaran tak bedanya dengan penjara, Seorang yang pacaran dapat dipastikan saling mengatur satu sama lain, itukah hubungan cinta yang dimaksud dari kata pacaran?

Kalau memang begini, pacaran adalah hal yang paling menakutkan, sebab menjajah kemerdekaan kita.

Maka harus ada definisi yang khusus tentang apa itu pacaran, bagaimana kita berpacaran kalau kita sendiri tak tahu definisinya? Kita melakukan hal yang sia-sia, bisa dikata bodoh sekalipun.

Kembali lagi soal cinta, apakah memang cinta ada? Kita pasti menjawab ya, cintalah yang membuat kita masih tetap melanjutkan hidup, cinta yang membuat kita bergairah, dan hidup ini indah.

Karena cinta kita tetap menjalani rintangan hidup yang penuh duri dan kerikil tajam, adalah puisi, sebuah ekspresi cinta, sastra adalah ungkapan ekspresi cinta itu,  john F kennedy pernah  berkata, jika politik kotor maka puisi akan membersihkannya.

Sastra memang tak melulu soal cinta, memang, seperti kesustraan kita sekarang, bahkan kita tahu ada jenis puisi mbeling, yakni puisi tanpa aturan-aturan yang membuat rumit puisi itu sendiri.

Sastra adalah ekspresi, kita bisa mengekspresikan cinta lewat sastra, ekspresi perlawanan lewat sastra, selebihnya terserah kita menggunakan sastra untuk ekspresi apa.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita