MENULIS merupakan suatu kegiatan yang sering dilakukan di kalangan pelajar dan mahasiswa. Tapi apakah kalian tahu apa itu menulis? Secara umum menulis adalah suatu kegiatan menuangkan ide atau pendapat untuk membuat sebuah catatan atau informasi melalui tulisan atau aksara yang nantinya akan menjadi sebuah karya.
Menulis adalah salah satu aspek terpenting dari kemampuan berbahasa yang rumit. Kenapa bisa dikatakan rumit? Karena menulis merupakan keterampilan berbahasa yang menjadi muara dari keterampilan berbahasa lainnya yang harus didukung dengan kemampuan dan pengetahuan kebahasaan yang memadai. Hal ini serupa dengan pendapat dari Bell dan Burnaby dalam (Nunan,1989:57) bahwa menulis adalah aktivitas kognitif yang kompleks karena penulis perlu mengatur sejumlah variabel. Dalam menulis, teori memang diperlukan. Tapi terkadang malah terjebak oleh teori itu sendiri. Menulis butuh keberanian, ketekunan dan keteladanan. Tanpa semua itu, menulis hanyalah sebuah mimpi belaka.
Bagi pemula, menulis mungkin merupakan suatu kegiatan yang sukar dilakukan. Menurut Trismanto pada 2017 dalam sebuah jurnal menyebutkan bahwa survei penelitian yang telah dilakukan terhadap guru bahasa Indonesia, umumnya mereka menyebutkan bahwa aspek pembelajaran bahasa yang paling tidak disukai siswa dan guru adalah menulis atau mengarang. Sudah jelas bahwa menulis adalah kegiatan yang kurang diminati. Karena tak banyak diantara mereka yang bingung untuk memulai dari mana dan harus menulis apa. Ini senada dengan pendapat Graves (1978:14) seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa ia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus menulis. Hal-hal semacam ini tentu dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti kurangnya kosa kata penulis, kurangnya pemahaman tentang apa yang akan dibahas, suka menunda menulis sehingga kehilangan ide, menulis di area lingkungan yang kurang kondusif, dan menulis disaat kondisi hati tidak mendukung.
Tentu faktor-faktor tersebut bisa ditangani dengan langkah-langkah pembelajaran yang mendasar. Pertama, sesering mungkin membaca buku. Dengan membaca, seseorang akan dengan mudah menulis dengan kosa kata yang telah didapatkan. Jadi membaca akan sangat membantu sekali apalagi bagi pemula yang baru saja ingin menulis. Kedua, pahami betul apa yang akan menjadi bahan pembahasan. Karena banyak sekali penulis yang berhenti menulis karena tidak tahu kelanjutan tulisan dan pembahasan yang akan dibahas. Dan yang ketiga, temukan tempat yang nyaman dan kondisikan hati agar senantiasa dalam mood yang baik.
(Byrne, 1979) mengatakan bahwa keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan ke dalam bahasa yang ditulis melalui kalimat yang utuh, lengkap, dan terstruktur dengan baik sehingga gagasan tersebut dapat berhasil dikomunikasikan kepada pembaca. Menumbuhkan keterampilan dalam menulis merupakan suatu langkah yang penting untuk dilakukan. Tanpa keterampilan, maka menulis akan sulit dilakukan. Pada dasarnya, keterampilan adalah keahlian yang benar-benar diperoleh dalam melakukan suatu kegiatan yang diperoleh melalui praktik.
Maka dari itu, upaya meningkatkan keterampilan menulis itu perlu ditingkatkan dengan beberapa cara diantaranya seperti menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan membaca. Ini satu-satunya hal terpenting yang bisa dilakukan untuk menjamin agar penulis pemula bisa menjadi penulis yang baik. Karena membaca dan menulis merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Membaca tanpa menulis, dan menulis tanpa membaca bisa diibaratkan seperti halnya dengan orang pincang yang berjalan dan orang buta yang berjalan.
Apalagi jika tidak membaca dan tidak menulis maka diibaratkan seperti orang yang buta dan pincang berjalan. Lalu ada mempelajari kaidah-kaidah penulisan. Dengan mempelajari hal tersebut kita dapat dengan mudah memahami dan bisa langsung mempraktikkannya dalam menulis. Dan yang terakhir, selalu percaya diri dengan apa yang kita tulis. Jika rasa percaya diri itu tidak ada di dalam diri kita, maka kita tidak akan pernah puas dengan hasilnya.
Setelah mengetahui cara menumbuhkan keterampilan menulis, penulis pemula juga perlu mengetahui dasar-dasar menulis. Pertama, kita harus menentukan tema. Tema menjadi suatu bagian yang penting karena merupakan landasan dari keseluruhan tulisan kita. Kedua, menentukan gagasan utama. Karena gagasan utama atau pikiran utama berfungsi sebagai pemimpin agar tulisan kita tidak melenceng dari tema. Ketiga, selalu memperhatikan unsur-unsur tulisan. Unsur-unsur meliputi penggunaan tanda baca serta makna dari sebuah kalimat, penggunaan kata baku, dan ejaan yang disesuaikan. Dan yang terakhir yaitu editing atau pengeditan. Nah proses ini merupakan proses yang dilakukan setelah menyelesaikan semua tulisan kita.
Kelancaran dalam kegiatan menulis bisa terjadi apabila terdapat ide di dalamnya. Ide diibaratkan seperti sebuah kepala penuntun yang menjadi unsur penting karena merupakan suatu rancangan yang tersusun. Mungkin bagi sebagian orang, ide merupakan bagian sulit untuk ditentukan. Padahal, sebuah ide bisa didapatkan dari lingkungan di sekitar kita. Sebab dalam kegiatan sehari-hari kita dapat menemukan berbagai macam fenomena dan kejadian. Banyak dari hal- yang kita alami tersebut menarik. Itu bisa dituliskan menjadi sebuah paragraf.
Mungkin sebagian orang bertanya-tanya tentang apa tujuan dan fungsi serta apa yang akan kita dapatkan dari menulis? Ada beberapa tujuan menulis diantaranya untuk memberikan informasi mengenai sesuatu baik itu berupa sebuah fakta, peristiwa, pendapat dan pandangan kepada para pembaca. Sehingga dari pembaca juga bisa mendapatkan wawasan serta pengetahuan baru dari apa yang kita tuliskan.
Menulis juga memiliki peranan sebagai alat komunikasi yang tak langsung antar penulis dan pembaca. Karena, pada dasarnya menulis adalah alat komunikasi yang mudah digunakan, dan menulis pesan teks menjadi lebih mudah, terutama di era revolusi 4.0 yang menampilkan perkembangan luar biasa di bidang teknologi internet.
Dari pemaparan di atas, telah menunjukkan bahwa menulis itu memiliki banyak peran dan penting untuk dilakukan. Salah satu peran penting yang harus ada di dalam dunia pendidikan. Menulis sangat penting bagi pendidikan dikarenakan memudahkan para pelajar berpikir. Juga dapat mengondisikan peserta didik belajar mengemukakan gagasan dan mengurutkan sesuatu yang logis. Apabila kegiatan menulis ini dilakukan secara sering, maka akan membantu peserta didik menjadi cerdas dalam memahami sesuatu.
Jadi, ayo menulis! Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer.
(Firdha Aulia Rahmah adalah mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)