Jumat, 22/07/2022, 13:15:32
Pentingnya Alat Peringatan Dini Guna Mengurangi Korban Bencana Longsor
Oleh: Agus Soleman & Rizki Noor Prasetyono, M.Pd.
--None--

INDONESIA berada di jalur katulistiwa membebabkan mepunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Biasanya musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Maret, sedangkan musim Kemarau terjadi pada bulan April sampai September (Badan Meterelogi Klimatologi dan Geofisika, 2004).

Tapi saat ini datangnya musim tidak tentu akibat kondisi Iklim global yang berubah-ubah. Dari tidak tentunya kedua musim tersebut berpotensi menyebabkan kerawanan dan bahaya yang mengancam Manusia.

Dari kerawanan dan bahaya di atas salah satunya yaitu bencana longsor, menurut Sudibyo & Ridho (2015), bencana tanah longsor adalah suatu peristiwa gerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah atau masa tertentu dengan berbagai ukuran dan jenis seperti longsoran tranlasi, longsor rotasi dan rayapan tanah. Faktor utama terjadinya bencana longsor yaitu lereng dari bebatuan dan tanah melemah yang diakibatkan hujan lebat dan kurangnya resapan air.

Salah satu contoh bencana longsot pada Provinsi Jawa Barat. Dari data survei yang dilakukan pada tahun 2012 hingga 2014 tercatat telah terjadi bencana longsor sebanyak 44 kali pada tahun 2012, 98 kali pada tahun 2013 dan 77 kali pada tahun 2014. Hal ini terjadi disebabkan karena ketidak tahuan masyarakat dalam memprediksi akan terjadinya bencana tanah longsor.

Untuk menghindari hal tersebut di atas, maka diperlukan sebuah alat dan sistem peringatan dini serta penyampaian informasi akan terjadinya bencana tanah longsor dengan keakuratan yang tinggi dan mudah dipahami oleh siapa saja terutama masyarakat.

Berdasarkan PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi) bahwa pergerakan tanah sebesar 20-30 cm memerlukan perhatian khusus, karena jika tanah terus mengalami pergerakan hingga 40 cm, maka dapat memicu terjadinya tanah longsor. Mengingat kebutuhan masyarakat untuk mengetahui peringatan akan terjadinya tanah longsor, maka perlu dibuatnya alat pendeteksi tanah longsor yang mengaplikasikan sensor ultrasonik sebagai alat pendeteksi terjadinya pergerakan tanah, sensor infrared sebagai alat pendeteksi objek yang melintas atau yang melewati alat, kemudian akan memberikan informasi berupa bunyi pada pengeras suara agar warga dapat mengetahui terjadi pergerakan tanah yang dapat memicu terjadinya tanah longsor.

Alat peringatan dini bencana longsor yang mengaplikasikan Arduino sebagai otak alat, sensor ultrasonik sebagai alat pendeteksi terjadinya pergerakan tanah, sensor infrared sebagai alat pendeteksi objek yang melintas. Kemudian akan memberikan informasi berupa bunyi pada pengeras suara agar warga dapat mengetahui terjadi pergerakan tanah yang dapat memicu terjadinya tanah longsor. Alat ini akan dipasang pada tebing persisnya pada samping tebing di bagian atas, senghingga ketika ada pergerakan tanah yang akan menimbulkan bencana alam longsor langsung terbaca oleh sensor dan langsung memberikan siyal berupa suara atau alarm.

ARDUINO UNO adalah sebuah alat mikrokontroler yang menggunakan ATmega328 sebagai otak alat (Adriansyah & Hidyatama: 2013). Arduino ini dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah penggunaan perangkat elektronik di berbagai bidang. Arduino ini memiliki beberapa komponen penting di dalamnya, seperti pin, mikrokontroler, dan konektor yang nanti akan dibahas lebih dalam selanjutnya. Selain itu, Arduino juga sudah menggunakan bahasa pemrograman Arduino Language yang sedikit mirip dengan bahasa pemrograman C++. 

Keunggulan alat peringatan dini bencana longsor yaitu dapat menjadi indikator bencana alam tanah longsor di daerah yang rawan bencana alam tanah longsor seperti daerah pegunungan dan daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi. Alat peringatan dini bencana longsor ini dapat bekerja di berbagai waktu baik siang atau malam dan berbagai cuaca.

Sedangkan kelemahan dari alat peringatan dini bencana longsor yaitu alat ini hanya bisa digunakan satu kali pakai sebab alat ini akan tertimbun oleh tanah. Karena alat peringatan dini becana longsor ini ditempatkan di atas dan samping tebing persis, sehingga secara otomatis akan tertimbun oleh tanah tebing tersebut.

Tujuan dari alat peringatan dini bencana longsor ini ialah mengurangi korban bencana longor, karena warga yang berada di dekat bencana longsor akan evakuasi mandiri sebab alat tersebut akan mengeluarkan bunyi atau memberikan sinyal bahaya akan datangnya bencana longsor, sebagai trobosan terbaru alat peringatan dini bencana longsor, menciptakan teknologi yang mengkombinasikan antara ilmu pengetahuan tentang kesehatan dan teknologi. Manfaat yang dapat diperoleh dari alat ini yaitu terciptanya sebuah alat yang dapat mendeteksi dini tanah longsor sehingga diharapkan dapat mencegah dan mengurangi kerugian baik korban jiwa maupun kerugian materi.

Penelitian terkait dengan alat peringatan dini bencana longsong menggunakan sistem arduino uno sudah pernah dilakukan oleh Widhiantoro (dalam jurnal Kajian Tenik Elektro Vol 1 No 2), metode yang digunakan oleh Dandun Widhiantoro menggunakan notifikasi SMS dan notifikasi panggilan Telepon untuk mengabarkan bencana longsor yang akan terjadi. Perbedaan dengan artikel ini adalah bila pendeteksi bencana longsor yang dilakukan oleh Dandun Whidhiantoro menggunakan notifikasi SMS dan notifikasi panggilan Telepon melalui telepon genggam, sedangkan artikel ini menggunakan pengeras suara (speaker).

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat ditarik simpulan bahwa tanah longsor merupakan bencana yang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja maka dari itu kita harus selalu berhati-hati. Bencana longsor terjadi karena hutan yang di di tebang terus menerus atau hutanya dialih fungsikan sebagai pemukiman, orang-orang yang boros akan penggunaan tisu dan kertas yang berbahan utama batang pohon dan curah hujan yang tinggi, kurangnya resapan air hujan mengakibatkan terjadinya bencana longsor.

Maka dari itu kita untuk menghemat penggunaan tisu dan kertas dan pula jangan membuat rumah, atau pemukiman yang kurang berfungsi atau hanya membuat bangunan tanpa digunakan atau tidak dimanfaatkan degan semaksimal mungkin. Untuk mengantisipai bencana alam longsor, maka diperlukan alat pendeteksi tanah longsor atau alat peringatan dini bencana longsor ini memberikan suatu peringatan dini berupa alarm atau sinyal suara terhadap tanda bahaya akan terjadinya tanah longsor.

(Agus Soleman adalah mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Program Studi Teknik Elektro)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita