Jumat, 22/07/2022, 12:56:32
Penggunaan Senyawa Kurkumin dalam Kunyit Untuk Penyakit Maag
Oleh: Ayu Alfiani Nur Hidayah & Luthfi Hidayat Maulana S.KM, M.Si
--None--

PENYAKIT asam lambung adalah penyakit yang disebabkan karena naiknya asam lambung yang berkelebihan dan juga karna meningkatnya asam lambung, penyakit dari asam lambung adalah gangguan fungsional yang terjadi karena kerja dari lambung yang tidak baik. Hal ini mempunyai suatu hubungan dengan gerakan lambung yang biasanya berkaitan dengan sistem saraf dilambung atau secara psikologi.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, Salah satu penyakit tidak menular yaitu gastritis atau masyarakat biasa menyebutnya dengan maag (Asam Lambung). Gejalanya berupa nyeri bagian ulu hati, mual, rasa cepat kenyang bahkan beberapa orang sulit buang air besar atau sebaliknya menjadi diare. Biasanya maag terjadi apabila produksi asam lambung meningkat atau terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang yaitu asam, pedas, kafein.
Hal ini sejalan dengan yang disampaikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Maniagasi, Elsye Nelci yaitu, Maag disebabkan akibat gangguan funsional dan lambung.

Gangguan fungsional yaitu gangguan pada lambung yang disebabkan dan factor psikologis. Masih banyak masyarakat lebih mengetahui maag ang diakibatkan pada pola makan yang salah. Dalam penelitian Karyati (2012), penderitaan maag dengan tingkat stress terlebih mempunyai resiko 3,370 kali lebih tinggi disbanding dengan maag yang tidak stress. Bahkan keluhan pada maag yang disebabkan factor kecemasan atau stress mencapai 70% - 80%. Dilansir pada artikel kalbe.co.id generasi yang rentan terkena maag yaitu generasi muda yang produktif, dikarenakan gaya hidup yang kurang tepat dan mengkonsumsi makanan yang bisa merangsang asam lambung.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/MenKes/SK/VII/2003 Tentang Penyelanggaraan Pengobatan Tradisional, Pengobatan herbal merupakan salah satu upaya pengobatan dan atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran dan ilmu perawatan, pengobatan tradisional perlu dibina, dikembangkan dan diawasi agar dapat dipertanggung jawabkan manfaat dan keamanannya. Obat herbal di Indonesia merupakan warisan budya bangsa sehingga perlu digali, diteliti, dan dikembangkan agar dapat digunakan lebih luas oleh masyarakat. Indonesia yang beriklim tropis memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua didunia setelah Brazil, memiliki sekitar 25.000-30.000 spesies tanaman yang merupakan 80% dari jenis tanaman didunia dan 90% dan jenis tanaman di Asia.

Dalam Penelitian yang dilakukan Susio Yulianto (2017) mengatakan bahwa Tanaman Herbal merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya penyembuhan baik daun, batang, maupun akarnya. Tanaman Herbal ini sebagian digunakan masyarakat untuk pengobatan tradisional atau alternatif. Disamping itu tanaman herbal juga mempunyai kelebihan, yaitu tidak memiliki efek samping, pengobatan dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Tanaman herbal merupakan salah satu alternatif pengobatanyang telah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara tradisional. Keberhasilan penggunaan tanaman herbal ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dari setiap jenis tanaman yang berkhasiat obatterutama tanaman herbal yang telah diteliti secara empiris. Selain itu juga dipengaruhi oleh cara penggunaan masing-masing tanaman herbal untuk berbagai penyakit yang berbeda.

Tanaman-tanaman herbal untuk maag (Asam Lambung) yang dipercaya mampu meredakan asam lambung yaitu air kelapa, jahe merah, lidah buaya, temulawak, mentimun, papaya, kunyit, pala, temuputih, madu, kayu manis, daun kemangi, teh adas, gula merah, cengkeh, biji jintan, dan pisamg. Kita bisa memilih salah satu dari semua tanaman herbal tadi untuk meredakan asam lambung.

Kunyit merupakan tanaman obat berupa sejenak dan bersifat tahunan (perennial) yang tersebar diseluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari binar pada ketinggian 1.300-1.600 mdpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Agnita Prihandini (2022) menyatakan bahwa, Kunyit adalah bahan herbal yang keberadaannya melimpah dan mudah dijumpai serta harganya yang sangat terjangkau. Kunyit (Curcuma longa Linn.) mengandung kurkumin 9,61% dan minyak atsiri 3,18%.

Berdasarkan hasil penelitian Rahman dkk (2022), Rimpang kunyit mengandung senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan diantaranya adalah minyak atsiri, pati, zat pahit, resin, selulosa, beberapa mineral dan pigmen kurkumin yang memberi warna kuning orange pada kunyit. Berdasarkan Balai Materi Medika Rimpang kunyit mengandung senyawa yang bermanfaat untuk Kesehatan diantaranya adalah kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kurkuminoid terbagi dari kurkumin, demestoksikumin, dan bisdemetoksikumin. Kurkumin merupakan salah satu jenis antioksidan dan berkhasiat sebagai antiinflamasi, hipokolesteromik, kolagogum koleretik, bakteriostatik, spamolitik, dan antihepatotoksik. Sedangkan minyak atsiri terdiri dari felandren, sabinene, borneol, dan sineil.

Pengelolahan kunyit untuk asam lambung ini sangat sederhana dan mudah untuk dicoba, yaitu mengambil sari kunyit dengan memarut kunyit yang telah dibersihkan, kemudian diperas hingga airnya saja. Membuat/membeli teh kunyit. Mengonsumsi suplemen kunyit yang sudah banyak dijual secara bebas. Bahkan suplemen tersbut dilengkapi dengan kandungan piperine, yaitu senyawa yang dapat membantu penyerapan kurkumin dalam tubuh.

Selain itu kunyit juga bisa diolah menjadi jamu dengan campuran asam jawa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ita Suhermin dalam Prosiding Seminar Nasional Abdimas Ma Chung (2020), Langkah pertama dalam pembuatan jamu kunyit asam jawa yaitu, siapkan air kedalam panci, rebus hingga mendidih, kupas kunyit hingga semua kulit terbuang, lalu cuci dengan air bersih. Setelah dicuci, iris tipis-tipis kunyit kemudian campurkan dengan air yang sudah dipanaskan. Aduk dengan sendok dan beri sedikit tekanan agar rasa kunyitnya lebih keluar. Kemudian tambahkan gula putih, gula merah dan asam jawa. Aduk semua bahan sampai larut dalam air, dan tunggu hingga mendidih. Selepas mendidih, tambahkan sedikit garam. Setelah itu matikan kompor dan biarkan jamu hingga dingin lalu disaring.

Selain membantu meredakan maag (Asam Lambung) kunyit mempunyai manfaat lain yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati radang, mengatasi perut yang kembung, mengurangi nyeri saat haid, obat alergi, menangkal bakteri jahat, penawar racun, menstabilkan kadar gula darah, meredakan peradangan usus, melawan infeksi, membantu menurunkan berat badam dan merawat hati.

Namun, kunyit juga memiliki efek samping bila dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi kunyit berlebihan memicu mual, diare, menurunkan gula darah, serta tekanan darah bahkan keguguran. Waktu yang tepat untuk meminum kunyit adalah pagi hari saat perut masih kosong, berikan jeda 30 menit sebelum sarapan atau mengonsumsi minuman lain. Lakukan selama 3-7 hari hingga perut terasa lebih nyaman.

Solusi Pengobatan gastritis atau maag yang tidak parah dapat diberikan obat antasida dan istirahat yang banyak, makan makanan yang sudah dihaluskan seperti bubur, agar-agar, sup krim, Hindari makan- makanan yang berbumbu banyak dan merangsang seperti cabe, merica dan sejenis asam-asaman, Banyak minum seperti air teh, air jahe dengan soda, ataupun cairan yang banyak mengandung karbonat, dan Usahakan makan teratur, sebelum makan 30 menit diharapkan minum obat yang sudah diberikan oleh dokter misalnya antasida.

(Ayu Alfiani Nur Hidayah adalah mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita