Jumat, 22/07/2022, 11:26:02
Dewi Aryani: Mindaka Bakal Dijadikan Lokus Kawasan Buah dan Gizi Desa
-LAPORAN SL. GAHARU

Anggota DPR RI Komisi 9, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si memberi sambutan pada Penyuluhan Kelas Ibu dan Anak di Balaidesa Mindaka. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Upaya untuk menanggulangi dan menekan angka stunting dengan pemenuhan gizi dan nutrisi, Desa Mindaka, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, akan menjadi lokasi khusus (lokus) kawasan buah dan gizi desa.

Hal itu dikatakan Anggota DPR RI Komisi 9, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si saat menghadiri Penyuluhan Kelas Ibu dan Anak di Balaidesa Mindaka, Jumat 22 Juli 2022.

"Desa Mindaka salah satu yang akan saya pilih menjadi lokus kawasan buah dan gizi desa sebagai program penanggulangan stunting yang berkesinambungan," tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kab. Tegal, Kab. Brebes) ini, mengatakan di Desa Mindaka tercatat sebanyak 37 anak mengalami Stunting, dan keluarga rentan stunting sebanyak 137.

"Sebagaimana di desa-desa lainnya, faktornya karena kemiskinan. Rata-rata mereka tidak punya dana yang cukup untuk membeli makanan bergizi," ujar Dewi Aryani.

Karenanya menurut Dewi Aryani, desa harus punya sumber gizi dan nutrisi dari buah-buahan, yakni dengan program Kawasan Desa Buah.

"Nah dari sumber kawasan buah desa ini, hasilnya diberikan kepada warga yang tidak mampu, terutama ibu-ibu hamil, anak-anak balita dan para manula sehingga asupan gizi mereka bisa terpenuhi," terangnya.

Ditegaskan Dewi Aryani bahwa program ini adalah salah satu terobosan untuk menekan angka stunting yang berbiaya murah, mudah jika semua itu dilakukan dengan gotong royong.

"Biayanya, baik itu dari saya selaku anggota DPR RI, dari pemerintah daerah, dan juga bisa dari Dana Desa," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tingginya angka stunting di Kabupaten Tegal membuat Dewi Aryani sangat prihatin. Salah satu faktor yang dominan terjadinya Stunting karena kondisi kemiskinan.

Dikatakannya bahwa ibu hamil dengan resiko tinggi rata-rata mereka tidak cukup uang untuk membeli makanan bergizi. Karena itu, kata Dewi Aryani, masalah tingginya angka Stunting ini menjadi tantangan semua pihak, termasuk masyarakat dan kepala desa (Kades) agar membuat program yang revolusioner.

"Intinya dari semua pihak harus ada ide-ide terobosan baru," tegas Dewi Aryani.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita