Rabu, 01/12/2021, 17:37:30
Puskesmas Bumiayu Raih Penghargaan Top 10 Inovasi Pelayanan
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti bersama Kepala Puskesmas Bumiayu dr Ali Budiarto saat menerima penghargaan Top 10 Besar Inovasi Pelayanan tingkat Provinsi Jawa Tengah (Foto: Dok. Zaenal) 

PanturaNews (Semarang) - Puskesmas Bumiayu, Kabupaten Brebes, berhasil meraih prestasi di bidang kesehatan sebagai 10 besar Top Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan atas prestasi tersebut Pukesmas Bumiayu menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu 01 Desember 2021 di Ballroom Gumaya Tower Hotel, Semarang.

"Kami sangat bahagia ini berkat teman-teman tenaga kesehatan di Puskesmas yang selalu semangat dan tulus dalam bekerja melayani masyarakat," kata Kepala Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto.

Penghargaan diterima atas inovasi PeDeKaTe ABK (Peduli, Deteksi dan Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus) yang bertujuan menggerakkan kepedulian seluruh elemen masyarakat, mempercepat penemuan kasus ABK dan mempermudah akses layanan intervensi.

“Program PeDeKaTe ABK menyasar kelompok rentan berkebutuhan khusus, utamanya usia balita dan anak kurang mampu,” kata Ali saat mendampingi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menerima penghargaan dari Gubernur.

Ia menjelaskan, praktek di lapangan jalannya program PeDeKaTe ABK bekerjasama dengan OPD terkait dan elemen masyarakat. Di antaranya, Dinas Sosial, DP3KB, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, KPAI, Donatur, Organisasi Profesi dan Forkompimcam.

“Untuk Peduli, kita bersama sektor terkait. Deteksi dini kita lakukan pemantauan langsung kepada perkembangan balita. Intervensi dini kita lakukan Fisioterapi melakukan assessment, konsultasi lanjutan,” jelasnya tentang inovasi PeDeKaTe ABK.

Selama program berjalan telah melakukan pendampingan ratusan anak disabilitas. Di antaranya, disabilitas fisik 60 anak, disabilitas mental 14 anak, disabilitas intelektual 38 anak dan disabilitas sensorik 5 anak.

“Program inovasi dilakukan untuk mengatasi keterlambatan deteksi kepada balita dan anak disabilitas sejak dini. Dan juga tidak ada layanan ABK di Faskes Tingkat I serta keterbatasan akses pelayanan dan ketidakmampuan orang tua. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa membantu sesama dan bermanfaat,” pungkas Ali.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita