Rabu, 01/12/2021, 10:38:46
Milad Sastra Tegalan Ke-27 di UPS, Penuh Aksi Baca Puisi Tegalerin
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews

Peringatan Ulang Tahun Sastra Tegalan Ke-27 di Aula Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) komplek Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. (Foto: Dok/Farhendi)

PanturaNews (Tegal) - Di Aula Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) komplek Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Senin siang 29 November 2021, penuh dosen, mahasiswa, budayawan, juga seniman Tegal.

Di atas meja panjang terpasang banner separuh hitam separuh warna maron. Paling atas tulisan bertajuk: “Ulang Tahun Sastra Tegalan Ke-27” bejajar tulisan “26 November 1994 – 26 November 2021” dalam kotak merah mencereng.  Sementara di bawah terpampang aksara “Brayan Kanggo Ningkatna Martabat Sastra Tegalan” dengan warna putih berlis hitam di dalam warna merah dubang.

Banner berukuran 4,5x2,5 meter itu bertuliskan serba menggunakan bahasa Tegalerin. Menurut Ketua Panitia Mohammad Ayyub, kata Tegalerin menunjukkan identitas asli penduduk Tegal.

"Tegalerin itu, menurut Lanang Setiawan, artinya asli orang yang lahir di Tegal meliputi tidak hanya kota akan tetapi Kabupaten Tegal," ucapnya.

Acara helat Ultah Hari Sastra Tegalan untuk tahun ini teristimewa. Karena digelar dua kali perhelatan. Pertama bertepatan tanggal kelahiran Sastra Tegalan yang lahir pada 26 November 1994 saat Lanang Setiawan sebagai pelopor menterjemahkan puisi WS. Rendra Nyanyian Angsa menjadi "Tembangan Banyak" sebagai tonggak sejarah yang menandai Sastra Tegalan lahir di bumi Tegal," katanya.

Ditambahkan, agenda pada 26 Npvember itu Komunitas Sastrawan Tegalan yang membidani acara tersebut menggelar potong tumpeng dan peluncuran buku antologi puisi bejudul "Republik Tegalerin" para seniman di tiga daerah yakni Kota Tegal, Slawi, dan Brebes di sebuah cafe yang berlokasi di eks depan Pabrik Texin.

Adapun rangkaian acara ultah tersebut digelar di UPS dengan acara baca Puisi Tegalerin dan orasi budaya," tandas Ayyub yang mendapat julukan 'Prof. Embe'.

Acara yang dipandu MC kenamaan Tegal Dinhas Yuscac dimulai dengan sambutan ketua. Dilanjut oleh sambutan Ketua YPP Dr. Imawan Sugiharto, yang pada intinya bahwa ia bertekad menjadikan UPS sebagai pusat Sastra Tegalan dan kajian.

"Kami bertekat UPS menjadi pusat buku-buku sastra dan budaya Tegalan," tandas Maskaji Imawan sebutan kondangnya.

Senada dengan Maskaji Imawan, Rektor UPS Dr. Taufiqullah Samb menuturkan, UPS akan berkolabirasi antara para sastrawan Tegalerin dengan para dosen untuk bersama-sama menambah ilmu  Sastra Tegalan.

"Bersama para seniman Tegalan kami bertekad bekerjasama dalam memajukan Sastra Tegalan," ujar Taufiqullah yang belum lama ini menjabat Rektor UPS.

Usai sambutan demi sambutan termasuk sambutan dari Rektor Universitas Bhamada Slawi yang sekaligus menjabat Presiden Penyair Tegalerin, Dr. Maufur, aksi baca Puisi Tegalerin digeber. Tampil Dr. Tri Mulyono menyalakkan Puisi Tegalerin karyanya berjudul "Pak Maufur".

//Paling yahér Pak Maufur//dadi penyair lan réktor//Dadi penyair//kanggo gawé kendo pikir//dadi réktor//ébén bisa tambah kesohor//Dadi penyair sing réktor beléh gampang//Syaraté apa pirang-pirang//wektuné kudu luang//pikirané kudu padang//lungguhé dudu dadi wayang//

Usai itu disusul pembacaan Puisi Tegalerin oleh Bu Lely Triana, salah satu dosén UPS membawakan Puisi Tegalerin karya Tri Mulyono. Kemudian tampil Dewi Kartika membaca puisi “Kekancanan” karya Mohohammad Ayyub.

//Sedelat bala sadelat musuhan//dasar watek digawa ngurek//

//Kekancanan wis lawas//ngalor kegawa ngalor//Ngidul manut//ngraket kaya pulut//

//Pisuhan biasa diumbar//lagu wajib kekancanan//

//Kekancanan pancen aneh//sedelat akur sadelat bengkerengan//Persis ayam kate//nalika golet pangan nalika bebarengan//

Disambung Dwi Ery Santoso membaca puisi “Brug Abang”. Babak sing ditunggu penonton penyair kenamaan Apito Lahire.

Tamping dengan beraksi duduk ia membaca Puisi Tegalerin karya Maufur. Rampung kemudian dilanjut membaca Puisi Tegalerin “Kalirambut Jatinegara” karyanya. Cara baca Apito kuasa nyirep penonton dengan olah kata-kata dan suara jempolan.

Menurut Apito Lahire usai pentas, bahwa Puisi Tegalerin menjadi sarana sublimasi bagi para penyairnya untuk menerjemahkan ide, kenangan, harapan, nilai-nilai filosofi, kesaksian, kritik, transendental lewat bahasa Tegal dan indonesia.

"Puisi Tegalerin merupakan ajang penciptaan frase baru, diksi, musikalitas kata, penjelajahan pengalaman yang intens akan menjelma puisi tegalerin yang 'ngebyak, ngerol, nembak, dan bongkar isian," ujarnya.

Acara Ultah Sastra Tegalan dilanjut orasi Muatif Esage tentang perjalanan gerakan Sastra Tegalan dari mulai  pusisi “Tembangan Banyak” terjemahan Lanang Setiawan pada puisi   “Nyanyian Angsa” karya WS. Rendra. menjadi “Tembangan Banyak” menjadi tonggak sejarah lahirnya Sastra Tegalan  tahun 1994.

Hadir pada acara tersebut Ketua YPP Dr. Imawan Sugiharto, Réktor UPS Dr. Taufiqullah Samb, Atmo Tan Sidik, Yono Daryono, uga Presidén Penyair Tegalerin Dr. Maufur, Endhy Kepanjen, Lutfi An, penyair Isti Anah, Rostarina Serly Widadari, Dewi Haber, Nenny Mufid, dan lain-lain.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita