Selasa, 13/04/2021, 20:11:37
Kecamatan Indramayu Gelar Deklarasi Open Defecation Free
LAPORAN RESMAN S

Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu gelar deklarasi Open Defecation Free atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di Aula Kantor Kecamatan setempat. (Foto: Kominfo)

PanturaNews (Indramayu) - Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, di Aula Kantor Kecamatan Indramayu, Selasa 13 April 2021.

Masyarakat Kecamatan Indramayu yang terdiri Desa Plumbon, Singaraja, dan Telukagung serta Kelurahan Lemahmekar, Kepandean dan Paoman mendukung pelaksanaan Open Defecation Free (ODF).

“Deklarasi ODF ini merupakan pernyataan desa dan kelurahan yang telah bebas dari perilaku buang air besar di sembarang tempat, setelah memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya,” kata Camat Indramayu, Asep Kusdianti.

Asep menjelaskan, ODF atau stop buang air besar sembarangan merupakan upaya untuk terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga masyarakat terhindar dari penularan penyakit. Kegiatan ODF merupakan tangung jawab bersama baik pemerintah dan masyarakat dari semua unsur.

“Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah lingkungan dan perilaku, perubahan perilaku sehat ini sangatlah sulit apabila masyarakat tidak mempunyai keinginan untuk merubahnya,” tegas Asep.

Perubahan ini, lanjut Asep, dimulai dari diri sendiri dan dimulai sejak dini, sehingga menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan yang lebih besar dalam rangka menuju pola hidup sehat.

Pada kesempatan ini, juga diberikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Margadadi dan Plumbon, Kuwu dan Lurah karena memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan lingkungan.

“Diharapkan momentum ini sebagai awal dari pelaksanaan kegiatan penerapan sanitasi total berbasis masyarakat,” ujar Asep.

Selain Camat Indramayu, deklarasi ODF desa dan kelurahan juga disaksikan Kepala UPTD Puskesmas Margadadi dan Plumbon, para kuwu, lurah dan perwakilan masyarakat.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita