Jumat, 12/03/2021, 21:18:38
Peran Santri di Dunia Perpolitikan Indonesia
Oleh: Naela Apriyati
--None--

Di Indonesia, siapa yang tidak mengenali istilah santri? Istilah Santri pasti sering kita dengar, apalagi negara kita yang banyak sekali pembangunan pesantren. Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai.

Sedangkan masyarakat sering menyebut santri itu orang yang memakai pakaian sopan, rapih, menggunakan sarung dan berakhlakul karimah. Sedangkan kata santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti:

(1) orang yg mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yg saleh); (3)Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya.

Politik berasal dari bahasa Belanda politiek dan bahasa Inggris politik, yang masing-masing bersumber dari bahasa Yunani (politik - yang berhubungan dengan negara) dengan akar katanya polites (warga negara) dan polis (negara kota). Secara etimologi kata “politik” berhubungan dengan kebijakan (kebijakan).

Sehingga Politik adalah proses pemesanan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara definisi definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik merupakan sesuatu hal yang berkaitan dengan kekuasaan bagi setiap manusia untuk mengatur kehidupan yang baik dan buruknya. Pengertian politik (al-siyasah) dalam fiqih Islam menurut ulama Hanbali, adalah sikap, perilaku dan kebijakan kemasyarakatan yang mendekatkan pada kemaslahatan, sekaligus menjauhkan dari kemafsadahan, rneskipun belum pernah ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Sedangkan menurut ulama Syafi'iyah mengatakan, politik harus sesuai dengan syari'at Islam, yaitu setiap upaya, sikap dan kebijakan untuk mencapai tujuan umum prinsip syari'at.

Seperti yang dijelaskan di atas, santri dan politik mempunyai pengertian masing-masing. Dan yang pasti mereka juga memiliki keterkaitan atau hubungan yang erat yang saling memikat. Bagaimana tidak? 

Di dunia perpolitikan yang berkaitan dengan kekuasaan banyak sekali orang yang berambisius untuk memperebutkan kekuasaan yang ingin mereka miliki. Bukan hanya kekuasaan wilayah dan  jabatan,  bahkan uang pun sering sekali disalah gunakan oleh para koruptor. Mereka sama sekali tidak memikirkan  bagaiamana kehidupan negara ini selanjutnya?.

Lalu apa peran santri dalam dunia perpolitikan ini? Peran Santri dalam Dunia Politik itu  seperti di dalam Buku karangan KH. Hasyim As'ari yakni revolusi jihad.  Buku ini seharusnya menjadi pegangan kuat bagi kaum santri dalam memandang kiprah didunia politik dan pemerintahan. Seyogyanya kaum santri tidak terus menerus menekuni dan mengaji kitab-kitab klasik dan keagamaan belaka, akan tetapi jiwa nasionalisme dan pemahaman perpolitikan juga turut di tanamkan.

Secara esensi politik, Politik bukan hanya anjang perebutan kekuasaan, akan tetapi politik yang sesungguhnya seperti yang yang di katakan oleh imam AL-Ghazali yakni pelayanan penguasa kepada rakyatnya. Dalam bahasa Al-Quran politik adalah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar.

Dari wacana diatas dapat  ditarik kesimpulan bahwa politik bukan hanya perebutan kekuasaan dan pembangunan infrastruktur secara fisik, melainkan juga berperan aktif dalam mengentaskan degradasi moral yang sedang melanda bangsa ini (Indonesia).

Peran penting santri sesungguhnya dalam mengaktualisasikan politik adalah ikut andil dalam menggemakan orentasi politik yang mengutamakan kepentingan-kepentingan masyarakat untuk menuju masyarakat dan negara yang sejahtera.

Salah satu alternatif yang cocok untuk kaum santri adalah memperkaya literasi tentang kepolitikan agar mengetahui dunia perpolitikan dan bagaimana politik tersebut membentuk menciptakan masyarakat yang berdaulat.

(Naela Apriyati adalah mahasiswi semester 3 Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita