Sabtu, 06/03/2021, 15:09:42
Pengaruh Bahasa Asing Dengan Kepribadian
oleh: Indah Purwati
--None--

BERBICARA tentang bahasa memang perkembangannya tidak mengenal dimensi ruang dan waktu. Mereka mereyap seolah aliran air yang bisa dengan mudah melewati medan tersulit sekalipun, tak ada celah yang luput darinya.

Bahasa sendiri bisa diartikan sebagai alat komunikasi dengan maksud untuk mencapai kesepakatan, tujuan atau memberikan sebuah informasi tertentu.

Seiring dengan majunya tekhnologi informasi yang juga mempunyai dampak besar bagi perkembangan bahasa terutama bahasa Asing yang sudah masuk ke dalam Indonesia sejak era penjajahan hingga saat ini. Setiap tahunnya di Indonesia terdapat kosa kata baru yang masuk dalam KBBI baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa serapan dari bahasa asing seperti Internet, office boy dan masih banyak lagi.

Semakin berkembangnya persaingan secara global bahasa Asing sudah merambah melalu dunia pendidikan maupun menjadi bahasa three language setelah bahasa daearah dan bahasa Indonesia di kalangan tertentu terutama di daerah perkotaan.

Dalam internasional School sudah mewajibkan guru dan siswa menggunakan bahasa Inggris menjadi alat komunikasi begitupun dalam perguruan tinggi khusus bahasa asing. Para mahasiswa pun tak luput dari tuntutan mengunakan bahasa asing di dalam ruang lingkup kelasnya.

Dari bahasa tersebut timbulah satu culture yang tanpa disadari menjadi kebiasaan dari siswa maupun mahasiswa yang terlibat dengan kedua bahasa tersebut. Pertama, kebudayaan yang telah mengakar dan dilandasi dari bangsanya sendiri. Kedua, kebudayaan yang diperoleh dari bahasa asing tersebut.

Dari kedua culture tersebut timbulah kebiasaan yang masih belum mendapatkan sedikit toleransi bagi beberapa kalangan di Indonesia sendiri. Contohnya saja ketika seseorang mahasiswa bahasa Inggris yang sudah terbiasa berbicara dengan menatap mata lawan bicaranya, ketika memasuki area pondok dan berbicara pada lawan jenis yang seharusnya menatap menjadi menunduk.

Seseorang yang baru saja berpindah dari luar negeri ke Indonesia, mereka biasa terbiasa mengenakan berpakaian terbuka di negaranya dan ketika mereka menerapkan peraturan tersebut di Indonesia maka etika kesopanan mereka pasti di pertanyakan, karena mayoritas penduduk di Indonesia berpakaian tertutup.

Bentrokan kedua sikap tersebutlah yang harusnya ditengahi dengan rasa toleransi dan rasa menghormati satu sama lain. Mungkin saja mahasiswa tersebut lupa akan batasan-batasan kesopanan yang sudah di sepakati ketika mereka berada di luar kelasnya dan mungkin saja, orang asing tersebut belum tahu bagaimana cara berpakaian yang sesuai dengan masyarakat di Indonesia. Alangkah lebih baiknya jika kita saling mengingatkan dari pada memojokan dan menuduh seuatu tidakan yang tidak sesuai dengan pandangan kita.

Perbedaan bahasa bukanlah masalah besar jika rasa toleransi sudah tertanam di setiap pribadi seseorang, justru dengan memperkaya bahasa seseorang bisa dengan cepat bersosialisasi secara global dan internasional.

Sebagai generasi bangsa tentunya kita tidak lupa dengan nilai-nilai dan buadaya luhur yang selalu menujung tinggi rasa kesopanan. Kepribadian seseorang tidak bisa dirubah oleh sebuah bahasa jika kita mengatahui landasan yang patut di terapkan di tempat tersebut.

(Indah Purwati adalah Mahasiwi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita