Sejumlah relawan melakukan kerja bhakti merobohkan rumah korban bencana tanah bergerak di Dukuh Pereng (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Satu rumah warga korban bencana alam tanah bergerak di Dukuh Pereng Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dirobohkan, Rabu 17 Februari 2021.
Rumah milik Warti warga setempat tersebut dirobohkan karena kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan. Rumah dengan kontruksi tembok permanen dan mengalami rusak parah tersebut dirobohkan oleh para relawan yang tergabung bersama relawan PB BPBD Brebes wilayah Bumiayu.
Koordinator PB BPBD wilayah Bumiayu, Budi Sujatmiko mengatakan, kondisi rumah sangat membahayakan sehingga dirobohkan. Rumah dirobohkan setelah mendapatkan ijin dari pemilik rumah.
"Kondisinya rumah rusak parah dan membahayakan, setelah ada ijin bahkan permintaan dari pemilik untuk dirobohkan dan beberapa material diselamatkan," katanya.
Gabungan relawan yang melakukan kegiatan penanggulangan di antaranya dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue(UAR), Bagana, Kokam dan MDMC serta warga.
Perlu diketahui, tujuh rumah di Dukuh Pereng mengalami rusak parah, lantainya pecah dan ambles akibat bencana tanah bergerak. Sementara dinding dan pilar rumah banyak yang pecah dan miring akibat pergerakan tanah tersebut.
Kepala Desa Kaligiri, Rosidin mengatakan bencana alam tanah bergerak di Dukuh Pereng terjadi pada Jumat 12 Februari 2021 malam. Sebelumnya terjadi hujan lebat sejak siang dan malamnya terjadi pergerakan tanah.
Pergerakan tanah masih terjadi dan jumlah rumah warga yang rusak diperkirakan akan bertambah. Diperkirakan kerusakan dapat mencapai puluhan rumah, mengingat Dukuh yang ada di RT 02 RW 04 tersebut juga cukup.