KATA Muslim dalam bahasa arab memiliki arti ialah seorang yang berserah diri kepada Allah dengan hanya menyembah dan meminta pertolongan kepada_Nya terhadap segala sesuatu yang ada dilangit dan bumi. Kata muslim merujuk kepada penganut agama islam yang berjenis kelamin laki-laki sedangkan kata muslimah merujuk kepada penganut agama islam yang berjenis kelamin perempuan.
Muslimah identik dengan dengan seorang perempuan yang menutup auratnya dengan menggunakan hijab. Mengutip dari As-Sya’rawi diwajibkannya hijab bagi kaum perempuan sebab memiliki dua sisi positi. Pertama, dapat menjaga perempuan secara khusus agar laki-laki tidak dapat memandang seenaknya saja sehingga dapat menyakiti perasaan perempuan dan membuatnya malu.
Bahkan lebih dari itu, hijab juga menjaga perempuan dari perbuatan laki-laki yang tidak hanya sekadar melihat. Kedua, dapat menjaga perempuan agar tetap mendapatkan perhatian dari suami dan membuat suami tidak berpaling ketika melihat perempuan yang lebih cantik.
Penggunaan kata muslimah dalam tulisan ini lebih cenderung kepada apa yang menjadi gayanya atau Fashionnya. Muslimah Thinkeer atau muslimah yang mengedepankan pola pikirnya dalam bertindak dan bergaya dikehidupan sehari-hari ia akan sesuai dengan syari’at islam dalam segala hal. Seperti halnya dalam berpakaian, dalam firman Allah SWT Qs. Al-Ahzab: 59 memiliki arti :
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”
Maksud dari ayat tersebut bahwa fenomena yang saat ini sedang terjadi ialah bahwa perempuan muslimah lebih suka menggunakan hijab dengan styile.a yang tidak sesuai dengan syariat islam.
Jika ditafsiri secara kondisi dan situasi pada ayat diatas ialah bahwa untuk melindungi diri dari rayuan laiki-laki perempuan arab harus menggunakan hijabnya dengan menutupi seluruh anggota tubuhnya serta menggunakan cadar dan busana yang dikenakan tidak membentuk lekukan tubuhnya serta berbahan tipis.
Seorang muslimah yang menggunakan pola pikirnya tentu akan memilah dan memilih gaya busana serta kehadirannya sebagai orang muslimah sesuai dengan syariat islam.
Penjajahan dalam fashion dalam artian bahwa apa yang telah dipakai oleh gaya perempuan saat ini condong kepada budaya barat, dengan rambut yang berwarna-warni, pakaian yang pas tubuh dan aksesoris yang hampir mirip dengan yang dipake orang-orang barat seperti sepatu, tas, anting, kalung dll.
Saat ini banyak perempuan yang berhijab pula hanya untuk megikuti trend yang sekarang, dengan gaya hijab yang tidak sesuai dengan syariat islam. Anjuran dalam islam bahwa hijab adalah menutupi rambut dan payudara karena kedua anggoita tubuh masuk dalam aurat seorang perempuan.
Namun, realitas yang sekarang terjadi, bahwa hijab hanya sebagai perubahan tampilan agar terkesan lebih memesona tapi bukan berarti juga seorang muslilamah adalah ia yang bercadar, berhijab tentu tidak harus yang berukuran besar sampai kaki-kaki namun yang menutupi payudara dan rambut. Bercadar tidaknya kembali kepada pengguna hijab itu sendiri.
Saat ini di Indonesia gaya berpakaian untuk seorang muslimah sudah tidak terkesan jadul lagi. Para desaigner memiliki cara pandang terhadap fashion yang diminati muslimah saat ini. Standarisasi muslimah saat ini bukan lagi merujuk pada syari’at islam tapi berkiblat pada budaya, artinya mereka hanya menjadi pengikut industri busana dan gaya yang tidak sesuai dengan syariat islam.
Jika dianalogikan tidak sedikit seorang perempuan hijab hanya untuk mendapatkan popularitas hanya atau dengan mencari sensasi saja. Artinya bahwa muslimah follower di Indonesia semakin banyak jumlahnya dibandingkan muslimah dengan gaya pola pikirnya.
Hemat penulis bahwa hijab bukan hal untuk menaikkan popularitas saja, tapi hijab merupakan suatu intruksi untuk para perempuan untuk menutup auratnya. Jika saat ini di Indonesia memakai hijab dengan ukuran sluruh tubuh menjadi pertanyaan besar bagi kaum yang lain, cukup memakai hijab dengan menutupi rambut serta payudara dan memakai busana yang tidak transparan dan ketat dengan tubuhnya.
Untuk perempuan muslimah tetap jadilah seperti matahari yang apabila ada yang melihat ia akan menundukkan pandangannya namun mencobalah untuk tidak menjadi bulan yang apabila ada yang memandangnya ia akan berkhayal dan menikmati tubuhnya. Jangan jadi muslimah follower dengan tidak menyukai budaya lokal.
(Siti Zulaeka adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)