Rabu, 18/11/2020, 11:28:31
Test Swab Massal di Pasar Suradadi, Ratusan Pedagang Memilih Kabur
-LAPORAN SL. GAHARU

Pedagang pasar Suradadi, Kabupaten Tegal ditest swab Covid-19. Namun ratusan pedagang lainnya memilik tutup dan pulang karena takut mengikuti test. (Foto-Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Ratusan pedagang di pasar Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, memilih tutup dan pulang saat mengetahui akan dilakukan test swab Covid-19, Rabu 18 November 2020.

Pedagang mulai menutup losnya sejak pukul 07.00 WIB, dan memilih pulang. Rencananya target test swab massal bagi pedagang pasar Suradadi sebanyak 694 orang. Namun sampai pukul 09.30 WIB, pedagang yang melakukan test swab baru sekitar 100 orang. Sementara pasar sudah sepi.

Akibatnya, karena sekitar 70 persen pedagang pulang, maka pengunjung pun sepi. Sedangkan pedagang yang bertahan, mengaku daganganya tidak laku karena tidak adanya pembeli.

“Dari 694 target yang akan ditest swab, sampai dengan jam ini (09.30) yang sudah test swab baru sekitar 20 persen,” kata Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, Eko BP.

Dijelaskan Eko, dasar test swab massal di pasar Suradadi karena adanya dua orang pedagang pasar Suradadi yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona atau Covid-19. Dan salah satu dari pedagang tersebut meninggal dunia.

“Test swab massal di pasar Suradadi ini sebagai upaya melakukan tracing atau penelusuran kontak untuk mencegah penyebaran. Kami harus lebih mendalam lagi untuk tracing ini, untuk memastikan dari mana sumbernya atau riwayat perjalanan pedagang yang terkonformasi positif,” jelas Eko.

Soal banyaknya pedagang yang ketakutan dan memilih menutup losnya dan pulang, menurut Eko, karena ada rumor di masyarakat bahwa test swab itu sangat sakit, dan ketika sudah diswab langsung dibawa ke rumah sakit.

“Itu tidak benar. Proses pengambilan semple hanya geli-geli saja, dan tidak ada yang dibawa ke rumah sakit. Test swab ini untuk mengeliminir penyebaran virus corona di pasar,” tutur Eko.

Setelah test swab ini, jika hasilnya ada yang positif terkonformasi Covid-19 dan dinyatakan sebagai kluster maka akan ditindak lanjuti lagi. Tapi jika hasil laboratoriumnya negatif semua, maka test tidak dilanjukan lagi.

“Para pedagang harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak, tetap memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun,” himbau Eko.

Hal yang sama juga dikatakan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Suradadi, Abdul Manan. Menurutnya, dari jumlah pedagang yang akan ditest swab, nampaknya tidak akan memenuhi target. Pasalnya, banyak pedagang yang cepat menutup losnya dan pulang, setelah tahu akan ada test swab massal.

“Sangat disayangkan, padahal ini demi kebaikan bersama. Test swab massal ini adalah langkah tracing, setelah ada pedagang yang positif Covid-19. Tapi kenyataanya, pedagang ketakukan,” ujar Abdul Manan.

Sementara Kapolsek Suradadi, AKP Bambang mengatakan untuk menindak lanjuti perintah Kapolda Jateng dan Kapolres Tegal, akan melakukan pembubaran kerumunan orang-orang.

“Kalau ada kerumanan atau bergerombol, kita akan membubarkan. Kalau ada yang tidak memakai masker, sesuai dengan protokol kesehatan akan ditindak secara tegas,” kata Kapolsek Suradadi.

Dijelaskan, pihaknya akan menyisir tempat-tempat keramaian melakukan operasi yustisi. Bagi yang kedapatan tidak memakai masker, akan diberi sanksi melakukan push up dan menyanyikan lagu-lagu Nasional.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita