Senin, 09/11/2020, 23:25:46
Produktifitas Pertanian di Tegal, Dewi Aryani: Belum Ada Klasterisasi
-LAPORAN SL. GAHARU

Ketua DPP HKTI Bidang Kerjasama Luar Negeri yang juga anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan., Dr. Hj. Dewi Aryani. (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Produksi pertanian di Kabupaten Tegal memiliki potensi yang bagus. Di daerah dataran tinggi ada tanaman bawang putih, kentang, wortel dan sayuran segar yang lain. Di daerah tengah, bisa untuk produksi tanaman buah-buahan. Sedangkan di daerah pantura, selain bawang merah juga buah-buahan yang memang memerlukan suhu panas, seperti mangga dan semangka.

Hal itu dikatakan Ketua DPP HKTI Bidang Kerjasama Luar Negeri, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si usai dialog pertanian dan panen perdana di lahan budidaya pertanian semangka yang dikelola KNPI di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Senin 09 November 2020.

“Hanya saja di Kabupaten Tegal belum ada klasterisasi pertanian yang sesuai dengan kondisi geografis dan suhu udaranya,” tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Karenanya, Dewi Aryani akan minta kepada Pemkab Tegal melalui Dinas Pertanian, untuk memetakan supaya produktifitasnya semakin baik dan tinggi, dan ada kekhususan atau klaster. Sehingga Kabupaten Tegal ke depan akan punya unggulan. Seperti Pamalang punya unggulan nanas, dan Malang punya unggulan apel, Indramayu punya unggulan mangga dan lainnya.

Menurut Dewi Aryani, di Kabupaten Tegal variasinya banyak karena klasternya belum ditata dengan baik, sehingga belum punya unggulan yang bisa menjadi pengungkit pergerakan ekonomi dari sektor pertanian.

“Harapa saya, HKTI dan Pemkab akan melakukan kolaborasi. Dan para pemuda yang menggeluti pertanian, bisa membantu bagaimana visi pertanian Kabupaten Tegal ini bangkit,” ujar Dewi Aryani yang juga anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.

Jadi, lanjutnya, harus diciptakan mental agar anak-anak muda tidak malu menjadi petani. Karena lewat anak-anak muda ini, ilmu tentang pertanian mulai budidayanya, bibitnya, prosesnya dan pemasaranya akan jauh lebih baik dan lebih canggih.

“Jika tidak ada klasterisasi, pemasaran ada hambatanya,” ungkap politisi dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes ini.

Dijelaskan Dewi Aryani, hambatan pertama kalaupun kwalitasnya baik tapi jumlahnya tidak banyak, karena klasternya tidak ditata. Kalau diklasterisasi prodtifitasnya akan tinggi.

Kelemahan yang kedua, apabila yang ditanam tidak sesuai dengan suhu udara maupun kondisi geografis setempat, produktifitasnya tidak akan maksimal. Jadi dengan klasterisasi itu, akan ada analisa, akan ada pendalaman yang dilakukan oleh Dinas Pertanian. Klaster di tempat A, di tempat B cocoknya ditanami jenis apa.

Dengan begitu, kata Dewi Aryani akan bisa kelihatan mana yang menjadi unggulan pertanian. Jadi Kabupaten Tegal tidak hanya terkenal dengan tahu aci atau pocinya, tapi punya produk unggulan pertanian.

Sedangkan untuk membantu pemasaran, Dewi Aryani sudah punya korporasi pertanian yang berkolaborasi dengan PT. Tanine Makmur Sentosa, yang akan membantu menyerap hasil pertanian di Kabupaten Tegal dan menyalurkan ke pasar-pasar besar.

“Untuk kwalitas apabila memenuhi standar, kami akan membantu memasarkan keluar dari Tegal. Bahkan PT. Tanine Makmur Sentosa sudah punya kontrak dengan 20 pasar besar di Jabodetabek,” pungkas Dewi Aryani.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita