Akhir-akhir ini fenomena alam yang terjadi sangatlah memeberikan sebuah teguran bagi kaum indonesia. Selain dalam hal itu fenomena yang terjadi sangat membuat masyarakat merasa kekhawatiran. Kejadian yang terjadi di wamena, ambon dan daerah lainnya merupakan fenomena dahsyat yang dikategorikan dalam musibah. Hal demikian terjadi lantaran adanya sikap yang kurang etis terhad alam.
Kebakaran hutan yang selama ini terjadi bukan proses ketidaksengajaan orang melainkan orang yang memnag sengaja untuk melakukan pembakaran hutan. Hal ini sudah diketahui banyak orang. Persaingan bisnis yang menyebabkan mereka buta akan tauhid. Mereka melakukan sesuatu tanpa disasari rasa takut kepada Allah SWT.
Krisis akhlak yang sangat mengalami degradasai sehingga dengan mudahnya mereka lupa bahwa mereka punya bubungan dengan Tuhan-Nya. Sudah seharusnya mereka menyadari bahwa tangan-tangan yang mereka gunakan untuk menyakiti alam dan berimbas ke manusia akan mendapaykan balasan yang setimpal. Indonesia membutuhkan spirirtual yang mumpuni sehingga mampu menyadarkan orang-orang yang tersebut.
Jika dilihat denganmata alam emmang tidak bergerak. Alam bukan seperti manusia yang bisa lalu lalang atau bahkan memberikan kehidupan. Namun manusia terkadang kurang adanya sisi saling menghargai kepada yang lainnya termasuk juga dengan alam. Kebakaran yang bukan hanya terjadi di hutan atau riau juga terjadi didaerah sekitar. Norma yang sekarang dimiliki manusia tidak lebih hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri, bukan untuk menghargai hal lainnya.
Indonesia sedang mengalami banyak permasalahan yang sangat dahsyat. Namun, tangan-tangan baik semakin langka. Kasus kebakaran belum usai hingga sampai sekrang. Belum lagi ditambah aksi unjuk rasa mahasiswa kepada DPR yang tidak ada hentinya. Kasusus yang paling membutuhkan rasa belas kasihan dari tangan-tangan baik adalah kerusuhan yang terjadi di Papua.
Permasalahan yang terjadi malah menggantikan posisi perioritas bagi warga papua. Hal yang seharusnya dipentingkan malah dinomer keduakan. Tentang kemanusiaan memang indonesia sedang mengalami penururnan yang signifikan pasalnya permasalahan yang sekarang sedang terjadi sangat membuat polemik untuk para elit politik.
Kemanusiaan dan kepentingan merupakan dua hal yang berebeda. Mementingkan kepentingan dan meninggakan kemanusiaan juga sama. Meementingkan kemanusiaan dan lebih mementingkan kepentingan juga tidak seimbang. Untuk menjadi negeri yang baldatun toyibatun ghofur indonesia harus mengalami masa yang sangat gersang. Bisa saja dari seorang pemimpin yang kurang mengayomi, atau juga dengan kondisi politik yang sampai ini masih memanas.
Kebakaran di riau merupakan bukan hanya ulah alam saja. Kebakaran hutan yang sering terjadi biasanya karena adanya dua faktor, yaitu fakor alam dan faktor manusia. Faktor alam sering terjadi karena menag sedang mengalami kekeringan panjang sehingga menyebabkan terjadinya percikan-percikan api, sedangkan faktor manusia biasanya karena kelalaian dan kesengajaan seperti misalnyamembuang putung rokok sembarangan, melakukan pembakaran liar dan untuk membuka lahan baru.Akibat dari kebakaran tersebut ialah asap tebal pekat yang mengandung berbagai gas berbahaya yang tentunya sangat tidak sehat bila dihirup oleh makhluk hiudp. Berbagai penyakit dapat terpacu akibat kebakaran hutan seperti kanker, paru-paru, asma, ispa.
Derajat yang tinggi didapat karena kita mempunyai hubungan dekat dengan sang pencipta. Sehingga mampu memberikan jembatan untuk mempererat hubungan kita dengan manusia dan alam. Krisis tauhid akan berimbas kepada manusia pula. Menjadi manusia adalah seorang ksatria tapi titik lemah dari seorang satri adalah mengabaikan rasa kemanusiaan.
Dalam tinjauan etis permasalahn seperti ini kurang mencerminkan norma manusia. Manusia yang dilindungi alam, seharunya memilioki timbal balik pula kepada alam. Sehingga dalam diri manusia tidak adanya suatu kurangan akhlak atau lain sebagainya. Tahun 2019 ini sangat memberikan sebuah gambaran kepada kita semua, tentang ketidaknyamanan jika saling menyakiti. Tanah subur, pohon hijau dengan suasana yang adem dan asri semakin langka. Sekarang yang terjadi adalah kegersangan.
(Khoas Rizqi Nur Awaliyah adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)