Tim URC PHMS memusnahkan ungags milik warga yang positif terjangkit flu burung (Foto: Nino)
PanturaNews (Tegal) - Tim Unit Reaksi Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (URC PHMS) Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, Jawa Tengah, memusnahkan dengan membakar 19 unggas, Selasa 15 Oktober 2019.
Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, drh Liza Atikah Purwandani menyampaikan, pihaknya mendapat laporan warga tentang kematian unggas.
Junaidi (50) warga Jalan Poso Kota Tegal, melaporkan bahwa hewan kalkunnya populasi 60 ekor mati mendadak sebanyak 8 ekor dalam 3 hari. Samah (47) warga RT 04 RW 10 Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Kota Tegal melaporkan, bahwa 60 ayam kampung miiliknya mati mendadak 16 ekor.
Mudasir (57) warga Debong Lor Tegal Barat, melaporkan 20 ayam kampung miliknya mati dalam 2 hari. Dan Nanik Mardiyani (43) warga Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, melaporkan ayam Arab petelur mati 10 ekor.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim URC PHMS DKPPP Kota Tegal melakukan pemeriksaan dengan rapid tes hasilnya positif Flu Burung," terang drh Liza Atikah, Selasa 15 Oktober 2019.
Sampel diambil dari unggas di Keturen dengan populasi awal 38 ekor, kemudian dilaporkan mati 19 ekor. Dan dari sample semua positif flu burung.
"Setelah koordinasi dengan pemilik ayam, agar sisa ayam untuk dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak menular," tutur drh Lisa Atikah.
Tim melakukan tindakan langsung melakukan isolasi terhadap unggas yang sakit dengan memberikan obat serta vitamin terhadap unggas dan melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang dan lingkungan sekitar kandang.