Selasa, 27/08/2019, 15:10:10
Audiensi, Warga Minta Perlintasan KA Kretek Dibuka
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Audiensi warga minta perlintasan KA Kretek segera dibuka kembali (Foto: Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Puluhan warga Desa Taraban Kecamatan Paguyangan Brebes Jawa Tengah menuntut pintu perlintasan Kera Api (KA) Kretek dapat dibuka kembali untuk dapat dilewati kendaraan kecil dan pejalan kaki. Tuntutan itu disampaikan dalam aundiensi dengan perwakilan PT KAI Daop V Purwokerto dan Dinas Perhubungan Brebes, Selasa 27 Agustus 2019.

Kepala Desa Taraban, Umi Farida mengatakan, penutupan pintu perlintasan KA berdampak pada perekonomian warganya. Pasar yang ada di bawah Flyover Kretek menjadibsepi pembeli, karena tidak ada angkutan yang masuk dan berhenti di pasar milik desa tersebut.

"Warga kami, terutama pedagang pasar Kretek dagangannyak tidak laku, karena pembelinya langsung ke Bumiayu," ujarnya.

Selain itu, penutupan perlintasan menyulitkan bagi anak-anak sekolah di SD Taraban. Anak-anak sekolah terancam keselamatannya jika harus lewat Flyover, selain jauh jaraknya.

"Anak-anak sekolah terganggu karena harus memutar lewat Flyover yang juga rawan keselamatannya," kata Umi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh tokoh masyarakat yang juga pedagang pasar H Santoip. Pedagang pasar merugi karena dagangannya tidak laku.

"Kami sangat dirugikan, dagangannya tidak laku, pembeli juga mengalami kesulitan karena harus ke pasar lain yang jauh," tuturnya.

Sementara itu tokoh dan perwakilan pemuda Taraban, H Rahmat menuntut segera ada solusi dan perlibtasan dapat dibuka secepatnya.

"Hari ini juga harus ada solusi, jika tidak kami warga akan lakukan aksi demo, karena warga sudah sangat dirugikan," tegasnya.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Supriyanto yang hadir di audiensi yang dilaksanak di gedung Majelis Ta'lim Taraban itu menyampaikan, pihaknya tidak melakukan penutupan perlibtasan. KAI hanya menarik peralatan komunikasi dan tidak lagi memberikan pemberitahunan tentang waktu-waktu perjalan KA pada petugas dari warga yang ditempatkan di perlintasan.

"Kami hanya menarik alat komunikasi dan sekarang tidak ada lagi petugas yang bisa memberi informasi perjalan KA," katanya.

Dikatakan, untuk mengetahui di lokasi perlintasan diperlukan peralatan keselamatan yanf memadai, seperti rambu, lampu tanda hati-hati dan juga peralatan untuk mengetahui adanya kereta yang akan lewat.

"Diperlukan banyak peralatan untuk keselamatan, termasuk juga pemeliharaan jalan dan sebagainya," kata Supriyanto.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Brebesl Susilo yang hadir di acara audiensi itu mengatakan, pihaknya akan membantu warga agar perlintasan dapat dilewati kembali. Pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Kepala Dop V Purwokerto.

"Kami akan bantu warga, akan kita bicarakan dengan Daop V dan apa yang dibutuhkan di per
intasan itu dapatsegera terwujud," ujarnya.

Audiensi berjalan lancar dan warga tetap mengingunkan perlintasan KA segera dibuka seperti sebelumnya. Hadir pada audiensi itu Kapolsek Paguyangan, Iptu Suroto, Danramil Paguyangan, Kapten Cpl Harsono dan juga petugas keamanan dari Polres Brebes.

Diberitakan sebelumnya, perlintasan sebidang rel KA di bawah flyover Kretek jalan nasional ruas Tegal Purwokerto jalur Desa Taraban Kecamatan Paguyangan, ditutup.

Penutupan perlintasan sangat merugikan warga sekitar Flyover. Akses transportasi sulit katena harus memutar lewat Flyover yang jaraknya hampir satu kilometer. Selain itu juga berdampak pada pendapatan pedagang Pasar Grengseng yang berada di bawah Flyover.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita